Al – Quran adalah sebuah mukjizat yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang kemurniannya terjaga sampai saat ini, karena sejak saat Al – Qur’an diturunkan hingga saat ini banyak orang yang menhafalnya dan menjaganya sehingga Al – Qur’an menjadi satu – satunya kitab suci yang diturunkan oleh Allah yang masih terjaga hingga saat ini.

Maka beruntunglah bagi para penghafal Al – Qur’an, yaitu orang – orang yang Allah berikan hidayah untuk menghafal kitab suci Allah SWT. Ketika seseorang telah memutuskan untuk menghafal Al –Qur’an, berarti ia juga harus siap untuk menjaganya dan menerapkan nilai – nilai Al – Qur’an pada dirinya. Karena sejatinya menghafal Al – Qur’an itu sepaket dengan menjaganya. Yaitu dengan Muraja’ah hafalannya. Jika seseorang siap menghafal Al – Qur’an, berarti ia sudah siap untuk  hafalannya setiap hari.

Muraja’ah sangat penting bagi penghafal Al – Qur’an. Jika nasi adalah makanan pokok orang Indonesia, maka muroja’ah bisa dikatakan makanan pokok para penghafal Al – Qur’an. Disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW

“ Perumpamaan Shahibul Qur’an seperti unta yang ditambatkan, jika dia mengikatnya maka ia bisa menjaganya, dan jika ia melepaskannya maka (unta tersebut) akan pergi.” (HR. Al – Bukhari dan Muslim)

Artinya menjaganya itu lebih penting dan lebih sulit dari pada menghafalnya. Karena jika kita tidak mengulang –  ulang hafalan kita (muraja’ah), maka hafalan kita akan lepas seperti unta yang tidak ditambatkan. Maka dijelaskan dalam hadis bahwa kita sebagai shahibul Qur’an harus menjaga hafalan kita dan jangan dilepaskan.

Dirangkum dari buku “Agar Sehafal Al – Fatihah” yang ditulis oleh Arham bin Ahmad Yasin, LC, MH, Al – Hafidz, ada banyak aktivitas untuk menunjang proses muraja’ah hafalan, antara lain :

  1. Saling menyimak hafalan dengan teman atau keluarga
  2. Muraja’ah bersama – sama (jama’i) dalam satu kelompok
  3. Saling melanjutkan bacaan dengan sesama penghafal yang lain (membaca bergiliran secara bersambung), cara ini dapat dilakukan agar muraja’ah menjadi lebih seru dan asik bersama teman – teman
  4. Saling memberikan pertanyaan potongan ayat untuk dilanjutkan bacannya
  5. Membaca hafalan dalam shalat – shalat sunah.
  6. Tasmi’ dalam suatu majelis yang disimak banyak orang
  7. Menghadiri majelis tasmi’ Al – Qur’an
  8. Menghadiri majelis, mendengarkan, membaca, atau menyampaikan kajian – kajian Al- Qur’an
  9. Menulis ayat – ayat Al – Qur’an
  10. Sesekali dapat melakukan muraja’ah seluruh hafalannya dalam waktu 1-3 hari pad amomen – momen tertentu. Misalnya i’tikaf Ramadhan, mengadakan acara sehari bersama Al – Qur’an, Mukhayyam Al – Qur’an, dll.
  11. Mengikuti perlombaan hifdhul Qur’an

Itulah beberapa aktifitas untuk muraja’ah hafalan kita, tentu kita tidak mau bukan jika hafalan kita lepas dan kita harus menghafal ulang ayat – ayat yang telah kita hafal? Karena setiap ayat yang kita hafal akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat, wallahualambishawab. Maka dari itu, yuk jangan lupa muraja’ah setiap hari. Jangan lepaskan hafalan Al – Qur’anmu!

Jangan Lepaskan Hafalan Al – Qur’anmu Oleh : Fitria Maulidina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *