HAFALAN BERNILAI AMPUNAN

Bagaimana mungkin ada penghafal Quran yang disebut gagal, jika pada setiap huruf yang ia baca saja, telah menghasilkan sekian banyak ampunan dalam hidupnya.

Untuk hati yang nyaris menyerah, teruslah menghafal meski tidak hafal-hafal. Sebab, pada setiap huruf yang keluar dari lisanmu, Allah tak hanya menjanjikan pahala berlipat-lipat, tapi juga ampunan atas dosa kita yang perbuat.

Meski tak kunjung bergelar hafizh, setidaknya, Al-Quran yang kau terus perjuangkan itu akan membersihkan hatimu. Bukankah menjadi hamba yang diampuni-Nya, sudah lebih penting dari apa-pun?

Di dunia ini, ampunan memang tak bergelar, tak tampak kenikmatannya di hadapan, tak bisa menjadi bahan kebanggaan, juga tak memancing orang-orang menatap dan memberi penghargaan. Tapi demi Allah, di hari kiamat nanti, ampunan adalah pahlawan yang akan menyelamatkan saat pahala-pahala tak pernah cukup mengantarkan kita ke depan pintu surga-Nya.

Pada saat itu, akhirnya kita paham, bahwa menjadi hamba yang diampuni-Nya, ternyata tidak kalah hebat daripada para hafizh Al-Quran.

Karena itu, teruslah menghafal! Ada ampunan pada setiap huruf yang kau perjuangkan.