KISAH INSPIRATIF “Keajaiban Menghafal Al Qur’an”

Aku adalah wanita yang kukira diriku sudah meninggal sebelum aku lahir, karena aku menghadapi musibah yang beragam dalam hidupku. sesuatu yang tak terbayangkan dalam benakku. Namun, Alhamdulillah, keyakinanku pada Allah SWT semakin kuat ketika aku bingung memaknai kehidupan di sekelililngku, aku berserah kepada Nya, aku mengidap penyakit tumor otak. Tidak terlalu buruk, tetapi penyakit itu mengerikan.

Penanganan terus diberikan, tetapi tidak ada tanda tanda membaik selama empat tahun. Terakhir kali aku mengunjungi dokter mataku merasakan dunia tampak gelap disebabkan akhir pemvonisan, kabar yang selamanya tidak menyenangkan
Lalu aku putuskan menghafal Al Qur’an. Berniat menghafalnya sebelum aku mati, karena aku merasa ajalku telah dekat. Aku memulai hafalanku sendiri, kadang semangatku melemah karena aku tau memaksakan otak dengan terus menghafal akan menambah ganasnya penyakit. Namun aku tetap memuji Allah sepanjang malam dan siang, karenanya aku terus menyelesaikan setiap juz, ada kebahagiaan terbesar saat menyelesaikannya, perasaaan senang melupakan penyakitku, sekalipun aku juga sibuk dengan membantu ayah-ibu.

Keinginan untuk tidur selalu menyerangku, tapi aku khawatir waktuku akan habis percuma. Maka aku berserah diri kepada allah swt, segenap diriku yakin bahwa aku harus menjauh dari setan, dan aku mengalahkannya dengan memperbayak wudhu, banyak bergerak, pantang mundur. Aku tetap meminta bantuan kepada allah dengan shalat dan istighfar. Tangisku tiba tiba mengucur deras meras, dalam waktu dekat aku akan mati. Karena itu, aku harus menghafal Al Qur’an sampai bertemu Allah SWT dengan kitabNYa, mudah mudahan Dia mengampuniku.

Ku sempurnakan perjalanan hafalan, aku berpindah dari halaman ke halaman, dari baris ke baris, pada saat bersamaan aku melawan sakit, melawan bisikan setan, dan nafsuku sendiri.

Tapi dengan apa aku menghadap Allah Rabbul Alamin? Aku mengharap penolong, aku ingin penghibur dalam kuburku, kubur itu sunyi. Jika semangatku melemah dengan apa aku berbakti kepada orang tuaku? Aku berharap memuliakan mereka di akhirat dengan memakaikan mahkota dan jubah kehormatan. Bukankah mereka selalu memperhatikan sakit yang aku derita?
Begitulah juga aku akan ingat perkataan malaikat nanti :

“Bacalah Dan Naiklah” maka luhurlah niatku, kusempurnakan perjalanan hafalan, hari hari berlalu, sedang aku bersungguh sungguh smapi akhirnya tiba malam khataman. Aku putuskan untuk tidak tidur sebelum menghafal, aku berwudhu lalu shalat dua rakaat dan mulai menghafal. Dan pada malam itu dengan karuniaNya, Allah membuka pintu hatiku lebar lebar, aku mengahafal dengan puncak konsentrasi dan kebahagiaan, sampai aku mencapai kemuliaan menghafal, dan akhirnya tampak olehku surah An-nas.

Aku mengucurkan air mata yang belum pernah terasa manis sebelumnya, aku merasa kematianku semakin dekat, tapi aku senang karena aku akan bertemu dengan Nya dan telah menghafal kitabNya
Selang beberapa hari aku memutuskan untuk ke dokter untuk mengobservasi analisa tumor, aku sudah bersiap menerima keadaan jika penyakitku akan bertambah ganas. Namun, aku ditimpa shock yang belum pernah kubayangkan sebelumya, dokter keluar mengabari hasil analisis, dokter tampak tercengang, mereka berkumpul untuk menguatkan apa yang telah dilihat pada sinar-x. aku duduk sambil berdoa “ Ya Allah selamatkanlah musibahku, dan gantilah dengan yang lebih baik”

Menit berlalu bagikan tahun, aku sangat down ketika dokter mulai mengabarkan hasilnya, aku terperanjat shock saat dokter bilang “ Subhanallah, engkau sudah sembuh sempurna dengan proporsi 70%”
Allah maha besar, alangkah agungnya berita ini, ketika aku berharap kemajuan satu persen saja, namun diberi lebih. Seketika itu aku menangis dengan tangisan yang belum pernah kulakukan sebelumnya dalam hidupku.
Maha benar Allah dengan segala firmaNYa
“ Dalam Al Qur’an Ada Penyembuh Bagi Manusia “ Q.S AN NAHL ;16 (69)

Masya Allah, semoga kisah inspiratif ini dapat menambah kesemangatan kita lagi dalam Menghafal Al-Qur’an. Aamiin