Assalamualaikum Pencinta Al- quran

Khaifa haluk ? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan baik dan tetap istiqomah dalam menabur kebaikanya Aamiin…  oh iya pencinta Al -Quran sebentar lagi kita mau kedatangan tamu yang agung,tamu yang di nanti umat muslim sendunia.  Ya…Marhaban Ya Ramadhan…

Maka dari itu sahabat, persiapakan fisik dan mental yang sehat agar kita mampu melaksakan puasanya dengan baik dan lancar selain itu kitapun harus bisa menahan hawa nafsu kita dari hal-hal yang dapat menggugurkan pahala puasa kita di antaranya perbuatan” Marah” mungkin kita juga pernah merasa jengkel,gedek ke orang hal itu wajar manusia tapi  hal tersebut datang dari bisikan setan jadi meski harus kita jauhi.

Baiklah sahabat quran artikel hari ini membahas tentang Ada syurga di balik menahan amarah

Memang sifat marah merupakan tabiat yang tidak mungkin luput dari diri manusia, karena mereka memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan enggan untuk diselisihi keinginannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah”[1].

Bersamaan dengan itu, sifat marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka, karena dengan kemarahan seseorang bisa menjadi gelap mata sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya.

Oleh karena itu, hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa, meskipun mereka tidak luput dari sifat marah, akan tetapi kerena mereka selalu berusaha melawan keinginan hawa nafsu, maka mereka pun selalu mampu meredam kemarahan mereka karena Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala memuji mereka dengan sifat ini dalam firman-Nya,

{الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}

Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134).

Artinya: jika mereka disakiti orang lain yang menyebabkan timbulnya kemarahan dalam diri mereka, maka mereka tidak melakukan sesuatu yang diinginkan oleh watak kemanusiaan mereka (melampiaskan kemarahan), akan tetapi mereka (justru berusaha) menahan kemarahan dalam hati mereka dan bersabar untuk tidak membalas perlakuan orang yang menyakiti mereka.

imam ahmad berkata:

“Tidak ada sesuatu yang ditelan seorang hamba yang lebih utama di sisi Allah daripada menelan (manahan) amarah yang ditelannya karena mencari keridhaan Allah.” (HR Ahmad)

Selain itu terdapat banyak keutamaan dan pahala bagi orang yang mampu menahan amarah diantaranya:     1) Menjadi manusia paling kuat sejagad

Salah besar jika seseorang merasa kuat hanya karena pandai bergulat atau kebal senjata tajam. Manusia terkuat adalah mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika dalam keadaan marah.

Mengapa demikian? Karena ketika kita dikuasai amarah, logika berpikir seolah terbakar sehingga seseorang tak dapat berpikir dengan baik, maka jika ia mampu tetap mengendalikan diri dan tidak melampiaskan amarahnya pada tempat keliru, sesungguhnya ia adalah sosok yang kuat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menyatakan hal ini dalam beberapa haditsnya:

“Orang yang paling kuat bukanlah orang yang tak dapat dikalahkan oleh orang lain. Tetapi orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah. (HR. Muslim No.4723)

“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)

2)   Allah mengampuni kesalahan-kesalahan orang yang mampu menahan amarahnya

Ketika kita mampu memaafkan orang lain dan tidak melampiaskan amarah padanya, maka Allah pun akan mengampuni dan menyayangi diri kita.

“Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun: 14)

3)Berhak memilih bidadari surga

Seseorang yang dapat menahan amarah, maka Allah akan memuliakannya kelak di hari kiamat dan ia diperbolehkan memilih bidadari surga yang disukainya.

“Siapa saja yang menahan marah, padahal dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya pada Hari Kiamat di atas kepala para makhluk hingga dipilihkan baginya bidadari yang dia sukai.” (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah

4)  Termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa dan berbuat kebajikan

Orang-orang yang dapat menahan amarah merupakan salah satu ciri orang bertakwa dan berbuat kebajikan.

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)

5)  Lebih sehat secara fisik

Penelitian dari University of California San Diego tahun 2012 menemukan bahwa orang-orang yang bisa melepaskan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang lain cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.

Selain itu, salah satu hal yang berisiko menyebabkan kematian dini adalah marah. RIset dari Lowa State University menunjukkan 25 persen orang yang suka marah memiliki risiko kematian 1,57 kali lebih besar dibanding mereka yang lebih sedikit merasa marah. Penelitian diambil dari 1.307 pria yang telah dipantau selama 40 tahun. Subhanallah.

Sahabat, jika kita mampu mengendalikan amarah, kita dapat mengubah musibah menjadi anugerah, karena setiap kali ada seseorang yang membuat kita marah namun kita dapat mengendalikan diri tak terbawa emosi, maka saat itu pulalah Allah memberi ampunan dan keridhoanNya untuk kita.

Print Friendly, PDF & Email
Atasi Marahmu ada Syurga Untukmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI