Assalamu’alaikum Sahabat Qur’an…

Puisi ini kupersembahkan untuk ayah..

Orang tua yang mempertaruhkan sebagian hidupnya untuk kita.

Orang terhebat setelah ibu.

Orang yang berdiri kokoh dibelakang hidup kita.

Ayah…

Saat matahari meninggalkan senja hingga ia memunculkan jingga

Aku berharap ayah tak meninggalkan aku

kecuali satu ayah..

Ajal..

ia tak kenal waktu menjemput nyawa

 

Ayah..

Saat malam berganti

Seakan waktu ini sempit

Tidak ada kebebasan untuk berbakti

sekedar menanyakan kabar misal

 

Ayah..

Teguranmu adalah kasih sayang

Nasehatmu adalah kalimat mutiara

Indah dan Penuh makna

 

Ayah..

Ketegasanmu adalah wibawamu

Disiplinmu adalah pilihan terbaik

Kehangatanmu adalah hal yang tak bisa aku lukiskan

 

Ayah..

Aku rindu

Aku rindu ayah

Aku rindu suaramu melantunkan ayat suci

 

Ayah..

Jika aku boleh meminta

Aku ingin meminta sedikit dari bebanmu

Sedikit saja

Agar aku bisa merasakan juga beban berat dipundakmu

 

Ayah..

Aku jadi rindu saat aku ingin ini dan itu

Saat apa yang ku mau kau turuti

Saat apa yang ku pilih kau beri

 

Ayah..

Bisakan aku melalukannya demikian juga

Saat sekarang mungkin jarang ayah

Aku sekedar menanyakan “sudah makan ayah?”

 

Ayah..

Aku benar-benar rindu

Mataku tak sanggup lagi diam

Hatiku tak bisa lagi menembus rindu

 

Ayah..

Sedetik saja aku ingin bertemu

Sedetik saja aku ingin menatap sayu wajahmu

Sedetik saja beri aku kesempatan

 

Ayah..

Cita-citaku jadi anak yang bisa membahagiakanmu

Bisa menjadi sosok yang berharga di sisa usiamu

Dimasa tuamu ayah

 

Ayah..

Aku mencintaimu..

Terima kasih sudah mengantarkanku sampai sejauh ini

Terimakasih mungkin itu yang ku mampu

Print Friendly, PDF & Email
Ayah Puisi Ini Untukmu
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI