Assalamua’laikum Sahabat Qur’an yang  semoga senantiasa dilindungi oleh Allah SWT…

Kali ini akan sedikit membahas tentang Surah Al-Maidah ayat 38 yang berbunyi

                                                                                                      وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Yang artinya “Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri,potonglah tangan keduanya (sebagian) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagian siksaan dari Allah dan Allah maha perkasa, mahabijkasa”

Ayat ini turun pada Thu’mah bin Ubairiq ketika mencuri baju perang milik tetangganya, Qatadah bin An-Nu’man. Baju itu laludisembunyikan di rumah Zaid bin As-Samin seorang yahudi. Namun terbawa juga kantung berisi tepung yang bocor sehingga tercecerlah tepung itu dari rumah Qatadah sampai ke rumah Zaid.Ketika Qatadah menyadari baju perangnya dicuri, dia menemukan jejak tepung itu sampai ke rumah Zaid. Maka diambillah baju perang itu dari rumah Zaid. Zaid berkata,”Saya diberi oleh Thu’mah”Dan orang-orang bersaksi membenarkannya. Saat itu Rasulullah SAW ingin mendebat Thu’mah, lalu turunlah ayat ini yang menerangkan tentang hukum pencurian.

Sedangkan sebab turun ayat selanjutnya yaitu ayat 39 adalah riwayat dari Ahmad dari Abdillah bin amru bahwa seorang wanita telah mencuri di masa Rasulullah SAW. Lalu dipotonglah tangan kanannya. Wanita itu lalu bertanya,”Masih mungkinkah bagi saya untuk bertaubat ?”. Maka turunlah ayat yang artinya Maka barangsiapa bertaubat  sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 

            Mencuri adalah mengambil harta milik orang lain dengan tidak hak untuk dimilikinya tanpa sepengetahuan pemilikinya. Mencuri hukumnya adalah haram. Di dalam hadist dikatakan bahwa mencuri merupakan tanda hilangnya iman seseorang.
“Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia sedang berzina. Tidaklah beriman seorang peminum khamar ketika ia sedang meminum khamar. Tidaklah beriman seorang pencuri ketika ia sedang mencuri”. (H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah : 2295)

Al-Ustaz As-Sayyid Sabiq penyusun Fiqhus Sunnah membagi jenis pencurian menjadi beberapa bentuk dan jenis. Masing-masing mempunyai ancaman hukuman tersendiri.

1. Pencurian yang diancam hukuman ta`zir.

Pencurian yang diancam hukuman ta`zir adalah pencurian yang tidak memenuhi syarat dan kriteria pencurian yang dimaksud dalam surat Al-Maidah ayat 38.

Seperti bila tidak mencapai nishab atau barangnya tidak disimpan dan seterusnya. Dalam hal ini potong tangan tidak boleh dilaksanakan dan sebagai gantinya hakim bisa menerapkan ta`zir.

2. Pencurian yang diancam hukum potong tangan

Inilah pokok pembicaraan kita dalam tafsir surat Al-Maidah ayat 38 ini.

3.  Pencurian yang diancam hukum bunuh, salib, potong tangan dan kaki atau dibuang.

Ini adalah bentuk pencurian yang dikombinasikan dengan perampasan dan perampokan bahkan pembunuhan. Dalam isitlah fiqih disebut dengan hiraabah.

adapun hikmahnya dalam hukuman tersebuat bahwa islam sangat menghormati hak milik seseorang sebagimana Islam juga menghargai jiwa manusia. Untuk itu Islam datang untuk melindungi lima kepentingan pokok manusia, yaitu keamanan jiwa, keamanan harta, kebebasan beragama, bebasnya berpikir dan terjaganya kehormatan.Karena itu menjaga dan memelihara harta ma­nusia merupakan sesuatu yang fundamental dan merupakan keperluan asasi bagi manusia. Jika tidak ada Islam maka musnahlah harapan terpelihara­nya harta benda

#Dakwahislam

#CintaAl-Qur’an

#30JuzMutqinHargaMATI!!!

#AllahuAkbar!

 

Print Friendly, PDF & Email
Azab Bagi Pencuri
Tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI