Pada hakikatnya semua manusia memiliki derajat yang sama ketika di akhirat kelak dan yang membedakan hanya lah iman dan taqwa yang di miliki oleh setiap insan. Terlebih jika hal tersebut kita sematkan kepada para hafidz Al-Qur’an.  Mereka adalah para insan yang mulia dan termuliakan. Bagaimana tidak, ketika di dunia mereka diakui sebagai keluarga nya Allah SWT. dan ketika di akhirat pun mereka termuliakan karena mereka kelak akan bersama para malaikat yang mulia dan baik.

Dan ketika di hari di mana setiap manusia berlarian kesana-kemari untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Berbeda hal nya dengan para hafidz Al-Qur’an, mereka mencari kedua orang tua nya dengan tujuan untuk dikenakannya mahkota kehormatan pada kedua orang tuanya tersebut.

Segala kendala dan rintangan yang dating ketika menghafal Al-Qur’an, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, walau pun tidak ada apresiasi dari guru mu sekali pun.  Semua itu tidak lah sia-sia di sisi Allah SWT. dan senantiasa terpelihara dengan baik disisi-Nya. Dan Al-Qur’an sendiri kelak tidak hanya akan menghantarkanmu kepada surga-Nya saja, namun ia akan selalu bersamamu sampai derajat tertinggi (Bacalah, Naiklah, Tartillah).

Andaikan saja orang-orang yang malas tahu bahwa apa yang akan menunggunya kelak di hari akhir ketika mereka membaca Al-Qur’an ul Karim, Wallahi… bahkan tidak akan ragu sekejap pun ia untuk membacanya. Al-Qur’an pun menjadi obat dan penyembuh akan segala keperihan yang di alami di kehidupan ini. Al-Qur’an pula lah yang menghilangkan dahaga rohani dan menyatukan serpihan-serpihan hati. Dan tidak ada majelis seindah halaqah Al-Qur’an, lantunan tilawah nan merdu yang berdengung di sekitaranmu oleh ruhnya. Dan tiada pula cinta yang sebanding dengan cintanya ahlul qur’an pada Al-Qur’an itu sendiri.

Allah lah yang mengaruniakan kami untuk membaca dan menghafal Kalam-Nya, serta mengamalkan dan mentadaburri ayat-ayat yang tersirat di dalamnya. Dan kita senantiasa memanjatkan doa kepada-Nya agar kita dapat di ridhai oleh-Nya, dijadikannya Al-Qur’an sebagai teman dekat dan kekasih kita dan dikaruniakan keikhlasan niat dan dikaruniakan pula keturunan para penghafal Kalam-Nya, serta dijadikannya Al-Qur’an sebagai sumber daripada kebahagiaan kita dan dapat menjadi manusia yang di karuniakan mahkota kehormatan serta dapat memakaikannya kepada kedua orang tua kita yang terntunya dengan rahmat dan kasih saying dari-Nya.

Para salaffushalih atau pun para Tabi’in sendiri, apabila mereka sudah bersama dengan Al-Qur’an ul Karim, tidaklah ada yang menandingi kenikmatan hidup mereka selain dengan AL-Qur’an saja. Sebagaimana  Ibnu Qudamah berkata, “Ia tidak suka mengkhatamkannya lebih dari 40 hari.”

Hal ini membuktikan akan begitu cinta dan rindunya mereka pada Al-Qur’an. 👌 Alqurthubi berkata, “40 hari adalah masanya orang-orang lemah dan sibuk.”  Betapa banyak bulan-bulan berlalu dan sirna? (Tanpa Alquran) Andai kita mengerti, pasti hati gemetar!

Keberkahan yang bisa kita peroleh dengan Al-Qur’an:

  1.  Bahwa Allah berkahi akal orang yang membaca dan menghapalnya.
  2.  Dari Abdul Malik bin Umair, “Dikatakan bahwa orang yang paling bertahan akalnya adalah para pembaca Alquran.” Riawayat lain, “Orang paling bersih akalnya adalah pembaca Alquran”.
  3.  Dan Qurthubi berkata, “Siapa membaca Alquran ia akan menikmati akalnya walau umurnya sampai 100 (tahun)”.
  4.  Ada pun Imam Ibrahim Almaqdisi menasihati muridnya, Abbas bin Addayim, “Perbanyaklah membaca Alquran dan jangan tinggalkan. Sesungguhnya apa yang kamu minta akan menjadi mudah sebatas apa yang kamu baca”.
  5. Ibnu Shalah berkata, “Diriwayatkan bahwa malaikat tidaklah dikaruniai kemuliaan membaca Alquran. Makanya mereka sangat ingin selalu mendengarnya dari manusia.”
  6.  Abu Zunad berkata, “Di waktu sahur aku keluar menuju masjid Rasulullah saw, dan aku tidak melewati rumah kecuali disana ada yang sedang membaca Alquran.”
  7.  Syaikhul Islam berkata, “Aku tidak melihat sesuatu yang memberi asupan kepada akal, menjaga fisik, dan memberi kebahagiaan lebih banyak ketimbang berlama-lama memandangi Alquran.”

       Maka dari itu, kuatkan hubungan kita dengan Alquran saudaraku niacaya kita akan mendapat keberkahan. Allah berfirman, “Kitab yang kami turunkan yang penuh berkah agar kalian tadabburi ayat-ayatnya. Seorang mufassir berkata, “Kami sibuk dengan Alquran maka kami mendapatkan limpahan keberkahan dan kebaikan di dunia.”

       Yang mengajak kepada kebaikan seperti yang melakukannya. Barangkali ada orang yang menjadi rajin membaca Alquran karenamu, maka anda akan mendapatkan pahala karena, tanpa mengulangi pahalanya*   (pent. Asfuri Bahri)Bahagia dan Berkah bersama Alquran.

      Semoga dapat menginspirasi..

Print Friendly, PDF & Email
Bahagia dan Berkah Bersama Alquran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI