Hathib bin Abi Balta’ah adalah salah seorang terdahulu masuk islam. Dis termasuk dari kalangan kaum muhajirin yang masyhur. Dia ikur hadir diperang Badar dan beberapa peperangan lainnya. Dialah orang yang diutus oleh Rosululloh SAW sebagai duta kepada al-maqauqis, penguasa negeri mesir ketika itu.
Dia seorang pedagang makanan dan memiliki banyak budak, dan dia termasuk dari kalangan para pemanah yang jitu.
Ketika kaum muslimin mulai melaksanakan hijran ke madinah, Hathib Bib Balta’ah segera mempersiapkan diri dan berangkat hijrah bersama mantan sahayanya, Sa’ad Bin Khauli. Mereka berdua singgah ditempat tinggal al-Mundzir bib Muhammad bin Uqbah bin Uhaihah bin al-Jallah.
Disaat perang Badar, Hathib termasuk salah seorang mujahid yang mengobarkan jiwa dan raganya untuk membela agama islam. Dikisahkan bahwa dia berhadapan dengan salah seorang penunggang kuda dari kalangan orang-orang musryk, yaitu al-Harist bin A’idz bin Asad, dan berhasil melumpuhkannya dan menjadikannya sebagai tawanan kaum Muslimin. Sehingga al-Haritspun termasuk dalam 70 tawanan yang berhasil dimiliki kaum Muslimin.
Disaat perang Uhud, Hathib berangkat berperang bersama mantan sahayanya, sa’ad untuk memerangi orang-orang musyrikin. Pada peperangan itu, Sa’ad tewas sebagai syahid, sedaangkan Hathub tetap teguh membela agama islam dan Rosululloh. Dia berhasil mengejar Utbah bin Abi Waqqash yang memetahkan gigi seri Rosululloh, lalu menebasnya dengan pedang hingga menewaskannya.
Ketika Rosullulloh mulai melekukan dakwah islam kepada Raja dan para penguasa dengan cara mengutus beberapa duta yang membawakan surat untuk mereka, Hathib memperoleh kehormatan untuk mengemban salah satu surat itu. Surat yang dia emban adalah untuk Raja al-muqauqis yang ada dinegeri mesir.

PELAJARAN BERHARGA TENTANG SIKAP MEMAFKAN
Ketika Rosululloh bertekad untuk menaklukan kota Mekah, yang pada saat itu Hathib masih memiliki karib kerabat dimekah, sedang dia bukanlah orang yeng memiliki nasab dikalangan orang-orang Quraisy, maka ia ingin menjaga karib kerabatnya dengan cara mengabarkan kepada orang-orang Quraisy tentang tekad keberangkatan Rosululloh menuju mereka.
Ubaidulloh bin Abi Rafi’ berkata, Aku mendengar Ali r.a berkata,”Rosululloh SAW telah mengutusku, az-Zubair, dan al miqdad. Lalu beliau bersabda, ‘Berangkatlah kalian , hingga kalian tiba dikebun khakh; karena ditempat itu ada seorang wanita yang memegang surat. Ambilah surat itu darinya.’ Maka kamipun berangkat melajukan kuda-kuda kami hingga kami sampai dikebun tersebut, dan ditempat itulah kami menemukan wanita itu. Kami berkata kepadanya,’serahkan surat itu kepada kami! Wanita itu menjawab,’aku tidak memegang surat apapun.’kami berkara’cepat kamu serahkan surat itu kepada kami atau kami akan lepaskan pakaianmu,’ wanita itupun segera mengeluarkan surat tersebut dari sanggulnya, lalu kami segera mengambil surat itu dan membawanya kehadapan Rosullulloh. Ternyata surat itu berbunyi,, dari ‘Hathib bin Balta’ah….’
Dan seterusnya yang ditujukan kepada orang-orang musyrik dikota mekah. Didalam surat tersebut dia mengabarkan kepada mereka tentang beberapa urusan Rosululloh SAW. Maka Rosululloh SAW bersabda kepada Hathib,’wahai hathib, surat apa ini ?’Hathib menjawab,’ wahai Rosululloh, jangan tergesa-gesa memberi vonis kepadaku. Sesungguhnya aku hanyalah seorang yang menginduk dikalangan orang-orang Quraisy. Dan aku bukan bagian dari mereka. Sedangkan orang-orang yang ada bersamamu dari kalangan muhajirin, mereka memiliki karib kerabat yang dapat menjaga sanak keluarga dan harta benda mereka. Sehingga akupum ingin memiliki jasa kebaikan dikalangan mereka agar mereka tetap menjaga karib kerabatku, karena aku tidak memili tali nasab dengan mereka. Sungguh aku tidaklah melakukan hal tersebut lantaran murtad dari agamaku ini, juga bukan karena aku Ridha terhadap kekufuran setelah memeluk islam.
Rosululloh pun bersabda,’ketahuilah, dia telah berkata jujur kepada kalian’. Umar berkata,’ Wahai Rosulluloh, biarkan aku penggal leher orang munafik ni.’ Beliaupun bersabda,’ Sesungguhnya dia telah ikut perang Badar. Tahukah kamu, Alloh telah melihat orang-orang yang mengikuti perang Badar, lalu Dia berfirman,’ Lakukanlah apa yang kalian inginkan, Karena sungguh aku telah mengampuni kalian,’
Demikianlah kita dapat melihat keagungan, kebijaksanaan, kasih saynag dan pemaafan dalam interaksi Nabi SAW, dimana ketika Nabi tahu bshwa Hathib memiliki udzur dan alasan pada apa yang telah ia perbuat, beliau menerima alasannya dan mempercayai apa yang dia katakan.

_Laeliah_STEI SEBI

Print Friendly, PDF & Email
BELAJAR MEMAAFKAN DARI KISAH HATHIB BIN ABI BALTAA’AH DUTA ROSULULLOH KEPADA AL MUQAUQIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI