Assalamu’alaikum Sahabat Qur’an..

Bagaimana kabar kalian? Semoga tetap dalam keadaan sehat, tetap istiqomah dalam pendakwahannya dan terus semangat bersama Al Quran sampai akhir ayat.

Oh iya, sahabat Al Qur’an gimana nih kabar ngafal Al Qur’annya? masih semangatkan? Pastilah harus tetap semangat ya! apalagi inikan modal kita buat dapetin syurganya Allah. Disamping itu kitapun harus berusaha menghindari hal-hal maksiat yang dapat menurukan pahala hafalan kita dintaranya menghindari berbicara yang kurang bermanfaat,seperti gibah,gosip,dll.

Ok Sahabat, untuk menghindari hal tersebut artikel kali ini akan mengupas materi tentang

“BICARA BAIK ATAU DIAM”

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,
”Seseorang mati karena tersandung lidahnya
Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya
Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya
Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.”

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya (hadits no. 6474) dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”

Yang dimaksud dengan “sesuatu yang ada di antara dua janggutnya” adalah mulut, sedangkan “sesuatu yang ada di antara dua kakinya” adalah kemaluan.

Andai kata, setiap Muslim mampu menjaga lisannya, tidak berkata kecuali yang baik, tentu negeri ini akan berada dalam kesejukan. Perang, pertikaian antarnegara atau perseorangan sering terjadi karena perkataan dan provokasi kata. Sebaliknya, ilmu pengetahuan lahir, tumbuh dan berkembang melalui kata-kata. Perdamaian bahkan persaudaraan bisa terjalin melalui kata-kata. Ironinya, banyak orang yang tidak menyadari dampak luar biasa dari kata-kata. Padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

“Sungguh seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat yang membawa keridhaan Allah, dan dia tidak menyadarinya, tetapi Allah mengangkat dengannya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba berbicara dengan suatu kalimat yang membawa kemurkaan Allah, dan dia tidak mempedulikannya, tetapi ia menjerumuskan-nya ke Neraka Jahannam” (HR. Bukhari)

Kisah Luqman Al Hakim

Luqman Al Hakim terkenal dengan tutur katanya yang penuh hikmah hingga mampu mengajarkan manusia yang bersalah menjadi bertaubat. Tidak hanya itu, lisan Luqman Al Hakim mampu melembutkan hati yang keras sehingga banyak masyarakat dan pemimpin yang rela mengantri di rumahnya demi mendapatkan nasihat khusus darinya.

Suatu hari, ada seorang penggembala kambing yang mendengar nama besar Luqman Al Hakim sehingga ia ingin sekali bertemu dengannya. Maka orang ini bertanya “Apa yang membuatmu sampai dimuliakan, sampai menempati posisi setinggi ini?” Luqman menjawab “Dua hal yang membuat orang diangkat derajatnya sejak di dunia”, Bagaimana nanti di akhirat Allah akan memuliakan? “Yang kedua-duanya berhubungan dengan lisan kita yakni setiap bicara harus jujur dan diamkan lisan (jangan bicara) pada urusan yang tidak ada baiknya, yang bukan urusan anda”. Kata Luqman “Itulah yang membuat saya dimuliakan sampai di posisi saya hari ini”. Ternyata karena lisan itu, kalau bicara maka bicara yang jujur dan kalau diam maka diam dari hal-hal yang tidak manfaat buat kita dan tidak ada urusannya dengan kita.

Dari kisah di atas, kita bisa belajar untuk tidak perlu bicara yang tidak ada manfaatnya untuk kita. Luqman Al Hakim juga memberikan nasihat tentang adab berbicara:

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Luqman: 19)

Nah sahabat Quran, sudah jelaskan penjelasan di atas mengenai bahaya lisan yang tidak dipergunakan dengan baik apalagi bagi kita para penghafal Qur’an lebih baik keseharian kita diisi dengan tilawah dan dzikir dari pada kita banyak membicarakan hal -hal yang kurang bermanfaat dan ujung-ujungnya menuju jurang kemaksiatan seperti gibah,gosip dll.

Maka dari itu sahabat, yuk kita sama-sama memperbaiki diri kita menjadi pribadi yang lebih baik ya. Meskipun itu sulit tapi ingat seberapa lamakah kita hidup di dunia ini? Bila hidup kita masih diisi oleh perbutan-perbuatan yang tercela.

Semoga kita dapat mengamalkanya ya sahabat…

Ayo Semangat!

#pemudahijrah

#muslimahhijrah

#SemangatmenghafalQuran

#30JuzMutqinHargaMati!!

#AllahuAkbar

Print Friendly, PDF & Email
Anjuran Bicara Baik Atau Diam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI