Bagi para penghafal Qur’an, tak akan lagi asing dengan yang namanya kalimat malas, bad mood, otak panas, ngantuk, frustasi.. Yapp, itu semua memang wajar jika terlintas pada diri seorang penghafal Quran, itulah salah satu gangguan setan yang senantiasa menakut-nakuti manusia dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, apalagi ibadah yang begitu mulia, yakni menghafal Qur’an.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Cobaan-cobaan yang menghampiri para penghafal Qur’an bisa jadi datangnya dari setan, atau bisa juga Allah SWT memang sedang menguji kita. Apakah kita senantiasa bisa istiqomah atau justru kita gagal dalam menghadapi cobaan tersebut.

Berikut akan dipaparkan beberapa cobaan bagi para penghafal Al-Qur’an:

  • Keluarga

Memang tak bisa dipungkiri lagi bahwa setiap orang pasti memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda, dan terkadang seseorang suka saja mengkritik tentang jalan hidup yang dipilih orang lain. Apalagi keluarga sendiri, dimana keluarga adalah orang-orang yang akan sangat peduli dengan  anggota keluarga lain.

Permasalahan yang terjadi dalam konteks kali ini adalah seperti halnya ketika anggota keluarga tidak begitu mendukung ketika ada keluarganya yang mengambil jalan untuk menghafal Al-Qur’an. Pastinya akan ada sedikit rasa ‘tidak enak’ dalam hati ketika itu terjadi. Ya.. apa boleh buat? itulah cobaan. Teruslah bersabar dan tetap menjaga semangat untuk ingin menghafal Al-Qur’an.

  • Lawan Jenis

Menghafal Al-Qur’an adalah sebuah ibadah yang mulia, tentu godaannya pun akan lebih berat. Setan akan melakukan berbagai cara untuk menggoda para penghafal Al-Qur’an. Apa salah satunya? Ya, dengan cinta dengan lawan jenis. Kenapa? Karena setan akan mencari celah dari berbagai sisi, dan cinta adalah salah satu hal yang sangat mudah untuk masuk ke dalam hati manusia. Tentu setan akan mengambil kesempatan melalui jalan itu.

Baca juga:

Prinsip-Prinsip Chattingan dengan Lawan Jenis

Bahaya Pacaran bagi Para Penghafal Al-Qur’an

Untuk itu, dianjurkan agar kita senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar hati kita selalu teguh dalam keimanan kita. Berikut adalah do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ

Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.
  • Karir

Seringkali kita sebagai penghafal Qur’an dibayang-bayangi tentang bagaimana kelanjutan kita ke depannya, terutama untuk masalah pekerjaan. Banyak dari penghafal Qur’an yang takut tidak mendapatkan pekerjaan nantinya, sehingga akhirnya mereka tidak fokus dalam menghafal Al-Qur’an dan memilih mundur di pertengahan jalan saat menghafal Al-Qur’an.

Sangat disayangkan tentunya, permasalahannya sebenarnya hanya satu. Mereka kurang mendapatkan motivasi dalam menghafal Al-Qur’an. Sehingga tak perlu ada rasa takut dalam hati kita tentang masalah karir untuk ke depannya. Percayalah bahwa

“Setiap waktu kita, sedikit apapun itu yang kita habiskan untuk Al-Qur’an, niscaya Allah SWT akan menggantinya dengan sesuatu yang berlipat-lipat lebih baik dari itu semua”

  • Keluarga Meninggal

Kematian adalah sebuah keniscayaan, tak ada yang bisa mengatur waktu kematian seseorang.

Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Ada salah pemikiran yang sudah cukup familiar di beberapa kalangan, yakni dengan meyakini bahwa penghafal Al-Qur’an akan sangat rawan ditinggal mati oleh keluarganya, terutama kedua orang tuanya sebagai bentuk ujian dalam menghafal Al-Qur’an.

Tentu jika ada seseorang tidak mau menghafal Al-Qur’an dengan alasan menghafal Al-Qur’an membuat keluarga meninggal, kami sangat tidak setuju. Karena memang tidak ada satu dalilpun yang meriwayatkan seperti itu.

Namun, jika berbicara tentang kematian kedua orang tua saat anaknya sedang menghafal Al-Qur’an, itu memang banyak kejadian, hanya saja kita harus yakin bahwa kematian tetaplah kematian, yang tidak bisa diganggu gugat selain karena izin Alah SWT. Bukan disebabkan karena kita penghafal Al-Qur’an.

Sehingga pemikiran-pemikiran seperti perlu diluruskan, agar tidak ada lagi kesalahan persepsi tentang penghafal Al-Qur;an.

……………………………………………………………………….

Pada akhirnya, sebagai penghafal Al-Qur’an kita harus tetap semangat menjaga kobaran cinta Al-Qur’an dalam dada. Karena tak ada kenikmatan apapun didunia ini selain rasa nikmat ketika kita sudah benar-benar bisa mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya. 🙂

 

Print Friendly, PDF & Email
Cobaan yang Menghantui Para Penghafal Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI