Assalamua’alikum waraahmatullahi wabaraakatuh. Apa kabar Sahabat Qur’an?, kali ini kita mengulas judul yang agak mengandung kotrovensi, loh ko gitu? Apa ya maksudnya? maksudnya admin mau ngajak buat berfikir belok ke kanan. Artinya (belok) terlihat salah tapi kita ungkap dengan kebenaran, alias berfikir positif dari segala apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.

Mungkin bagi pembaca yang hanya judul nya aja akan ada Netiv tuh, alias Negative Thinking beranggapan bahwa artikel ini ajaran yang salah, eits jangan salah dulu. Wajib Baca Sampai Habis ya Sahabat, biar gk salah pengertian. Sebelumnya terima kasih dan selamat menyimak ^_^

Hajjah sopiah, pemilik salah satu usaha percetakan terkemuka di Wiradesa Banjarnagara, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.
Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

“Ajarkan pada kami Ji, bagaimana caranya agar kami seperti hajjah sopiah.”
“Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan.. hingga seperti hajjah sopiah bersadaqah terasa ringan”
“Wah”, sahut Hajjah sopiah tertawa,
“Antum salah alamat !”
“Lho ?”
“Lha iya… kalian datang pada orang yg salah. Lha saya ini SANGAT SAYANG JG MENCINTAI HARTA SAYA.”
“Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki “!!!
“Lho ?”
“Kok lho?? Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.”
“AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..”
“Saya TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.”
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu :
“TITIP pada Masjid.”
“TITIP pada anak Yatim.”
“TITIP pada Fakir miskin.”
“TITIP pada Madrasah.”
“TITIP pada Pesantren.”
‘TITIP pada pejuang fii sabilillah.”
“TITIP pada Guru2 Agama.”
“TITIP pada Karyawan yg rajin Ibadah.”
“TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit.”

“Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali.”
“Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.”
“Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA.”

“Saya ingin kekayaan saya itu DAPAT SAYA NIKMATI BERLIPAT-LIPAT di ALAM KUBUR dan di AKHIRAT”

Jadi..! Siapa bilang harta tdk dibawa mati ?
HARTA ITU DIBAWA MATI !!

Caranya ?

JANGAN BAWA SENDIRI…
Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin, orang-orang yg berjuang di jalanNYA dll.
Karena anak dan keluarga sy cuma kasih kain kafan putih saja ketika sy sdh meninggal nanti.

Semoga menjadi renungan kita para sahabat yg soleh dan solehaha.

Print Friendly, PDF & Email
HARTA ITU DIBAWA MATI !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI