Menjadi seorang hafidz Al-Qur’an adalah dambaan semua umat Islam di dunia ini.  Bagaimana tidak, dengan menjadi seorang hafidz Al-Qur’an seseorang akan menjadi mulia dan di ridhoi oleh Allah SWT. sebagai keluargaNya. Dan pasti nya jika seseorang sudah diakui sebagai keluarga Allah SWT. maka tidak lah kehidupan yang dijalaninya melainkan senantiasa diliputi keberkahan.

Namun, tidak lah mudah untuk menjadi seorang hafidz Al-Qur’an. Banyak sekali rintangan dan cobaan yang dihadapinya. Tapi mungkinkah bila seseorang dapat menjadi seorang hafidz dalam waktu singkat? Tentunya, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang mustahil bila dilakukan dengan kesungguhan dan tentu saja atas rahmat dan izin dari Allah SWT.

Herni, merupakan salah satu santri dari Pesantren Tahfidz Raudhatul Qur’an Parung yang berasal dari Lombok ini dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hanya dalam waktu 3 bulan 7 hari. “Hafal Qur’an dalam waktu yang singkat tidaklah mustahil selama ada tekad dan kemauan yang kuat serta diiringi doa dan ikhtiar” Begitulah ujar Herni.

Ia menuturkan bahwa awalnya ia pun mengalami kesulitan dalam menghafal, namun ia menguatkan dirinya dengan berkata dalam hati “Kesulitan ini adalah cobaan yang diberikan oleh Allah SWT untuk melihat sejauh mana kesungguhanmu dalam menghafal”.

Tidak sampai disitu….
Ditengah perjalanannya dalam menghafal Al-Qur’an, ia seringkali mengalami futur karena memang banyak sekali godaan serta cobaan bagi para penghafal Al-Qur’an. Namun, ia selalu mengingat motivasi yang diberikan oleh guru tercintanya yaitu Umi Sahniar Saragi (Pimpinan Pesantren Raudhatul Qur’an) dan KH. Syahri Ramadhan diantaranya “Penghafal Qur’an adalah keluarga Allah dan yang paling dekat kedudukannya dengan Allah” dan “Penghafal Qur’an kelak akan memasukan kedua orang tuanya kedalam surga dan keduanya mendapat keistimewaan dari Allah.”

Herni selalu berfikir “Mungkin dengan  menghafal Al-Qur’an, Aku bisa membalas jasa umi dan abi karena di dunia ini aku tidak akan pernah mampu.”

Akhirnya mulai dari situ ia tidak lagi menghabiskan waktunya dengan sia-sia, dengan Qur’an yang selalu berada di tangannya dan ia lepas hanya ketika ia ingin kekamar mandi.

Semangatnya pun tumbuh kembali, ia mulai meninggalkan kasur empuk yang disediakan oleh pesantren dan memilih tidur disaung yang hanya beralaskan karpet, mengurangi waktu tidur malam dan siang hanya untuk menghafal. Bahkan, ketika ia diingatkan untuk pindah ke kasur ia selalu mengatakan “nanti kalo tidur di kasur aku takut telat bangun shalat tahajjud.” Itulah usaha yang dilakukan herni setiap harinya.

Karena Allah tidak melihat hasil tapi Allah melihat usaha hambanya. Alhamdulillah berkat usahanya ia pun mampu mengkhatamkan hafalan Qur’annya dalam waktu 3 bulan 7 hari dan menjadi salah satu Wisudawati terbaik.

Jangan terlalu mimikirkan kapan dapat hafal Al-Qur’an? Tetapi pikirkanlah, mampukah istiqomah bersama Al Qur’an?
Sedihlah ketika anda tidak pernah mau menghafal Al Qur’an.
Jika anda merasa menghafal Qur’an itu sulit maka jangan kalian pikir masuk surga itu mudah.

Semoga bermanfaat..

Print Friendly, PDF & Email
Herni, Santri yang Hafal Al-Qur’an dalam Waktu Tiga Bulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI