Kamis,06 Desember 2018

Hijrah Untuk Selalu Bersama Alquran
, السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alhamdulillah kita kembali lagi bertemu sahabat quran,semoga allah selalu memberikan
kitakesehatan sehingga kita bisa saling terus berbagi motivasi,dan terus bersyiar di jalan allah .Amiin
Sahabat quran mari kita simak Umar bin Khattab RA dalam sebuah ucap annya yang masyhur berkata, “Hisablah di rimu sebelum kamu dihisab supaya kelak lebih mudah bagimu di hari per hitungan.” Menghitung kembali amalan-amalan kita adalah sifat orang beriman. Semakin waktu ber ja lan, semakin dekat kepada ajal, se makin gencar muhasabah dilakukan.
Hijriyah yang diambil dari kata hij rah. Umat Islam ketika hijrah artinya berpindah dari hal yang kurang dari segala sisi menjadi sempurna sehingga kualitas hidup lebih baik.
Sedangkan muhasabah bertujuan un tuk mengevaluasi kelemahan di masa lalu dan untuk menentukan langkah masa depan. Saat ini banyak pendalaman agama tetapi justru syiarnya tidak terlihat.
“Artinya, ibadah tak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga men syiarkan umat yang lebih luas,” dan makna hijrah juga dapat di artikan sebagai , “Dari yang kurang baik menjadi lebih baik seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW,”
Hijrah yang dilakukan Rasulullah di masanya adalah pindah dari masa kemusyrikan menuju keimanan pada Allah SWT. “Kini hijrah ke arah yang lebih baik tidak hanya masalah agama, tetapi juga politik, ekonomi, sosial, dan budaya menjadi momentum untuk mem perbaiki semua bidang,” . Selain memperbaiki diri, umat mesti kembali pada Alquran. Interaksi umat Islam Indonesia dengan Alquran masih minim.
Dalam skala besar,Indonesia dikaruniai sumber da ya yang melimpah namun tak kunjung makmur. “Bisa disebut sudah ba nyak warga miskin ditambah buta Alquran,” . Alquran masih diperlakukan sebagai bagian seremoni saja, dan di zaman ini membaca Alquran bagi sebagi an orang masih sekadar for malitas.
“Seperti perlombaan MTQ tetapi setelah menang tidak ada kesinam bungannya,” Di sisi lain, tidak dekatnya umat dengan Alquran karena masih banyak keluarga yang belum memiliki mushaf Alquran.Ada banyak cara bagi kaum Muslimin untuk berakrab- akrab dengan Alquran. Gerakan membaca Alquran harus dimulai dari lingkup keluarga, “Membaca Alquran dengan baik dan benar merupakan tahap awal untuk mendekatkan diri terhadap alquran,”
Level selanjutnya, setelah tilawah adalah menghafal. “Minimal kita telah hafal Juz Amma. Kita jangan sampai kalah dengan orang orang non islam yang bisa menghafal quran ,kenapa kita tidak ,Dan saat kita telah bersama dengan alquran kitapun harus menjauhi diri dari tontonan-tontonan dan musik-musik yang tidak berfaedah
Kita sebagai Umat Islam dengan al-Qur’an yang dibawanya harus memperjuangkan Islam agar manusia tidak menjadi atheis, agar manusia menjadi umat yang berketuhanan yang maha esa, menjadi umat yang bertauhid, dan agar bangsa Indoensia menjadi bangsa yang bertauhid. Ini adalah hal yang kontekstual yang harus kita lakukan.
Terkait melangkah bersama al-Qur’an, Kisah tentang Nabi Ibrahim alaihis salam mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi tantangan dan ujian yang selalu dihadapinya dengan gagah berani. Ketika masih mudah ia harus berhadapan dengan para penyembah bintang, bulan, dan matahari, tidak mudah berargumentasi ketika mengahadapii penyembah berhala itu. Ibrahim dituntut untuk memiliki ilmu yang dalam, wawasan yang luas, keteguhan batin, dan konsekuensi menghadapi kejahatan yang berdasarkan kemusyrikan. Sungguh tidak mudah menjadi Ibrahim alaihis salam. Seorang Ibrahim harus dibakar hidup-hidup, diperintahkan menyembelih anak sendiri yang sangat dicintai, dan meninggalkan keluarga di tengah gurun pasir yang tandus, tak berair dan tak ada tumbuh-tumbuhan. Tapi karena mengikuti perintah Allah, maka dia dimudahkan dalam semua urusannya. Intinya, mulai Allah yang semupurnakan.
Di era modern ini tantangan terberat ketika ingin melangkah bersama al-Qur’an adalah hijrah untuk keluar dari cengkraman hawa nafsu. Pemuda dengan lingkungan yang sangat sulit untuk merealisasikan sami’naa wa atha’naa. Taat kepada perintah tanpa protes adalah ciri generasi rabbani, ketika memecahkan perkara kehidupan, apa pun itu.
Untuk menjadi generasi rabbani yang melangkah bersama al-Qur’an, hijrah selanjutnya yang harus direalisasikan adalah hijrah amal shalih. Allah subhana wa ta’aala berfirman:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 100)
Sudah mahsyur cerita tentang seseorang yang telah membunuh 100 orang. Ketika ia bertanya kepada orang bijaksana, ia dianjurkan untuk hijrah ke tempat dimana orang shalih banyak di sana. Sangat sulit untuk hijrah jika terus berada di lingkungan yang buruk dan manusia yang suka bermaksiat. Dalam kisahnya, orang tersebut belum sampai ke tempat tujuan namun Allah menghendaki untuk dicabut nyawanya. Maka beradu argumenlah malaikat rahmat dan malaikat azab, siapa di anatara mereka yang berhak menjemput orang tersebut. Namun, atas kehendak Allah orang tersebut menjadi penghuni surga. Berhijralah dari maksiat kepada taat. Disebutkan dalam sebuah hadist qudsi,“Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)”
Semoga bermanfaat,dan semoga hati kita selalu terpaut kepada sang pencipta dan kepada kalam yang –IA turunkan amin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….
#An-nur

Print Friendly, PDF & Email
Hijrah Untuk Selalu Bersama Alquran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI