Imam asy-Syafi‘i -rahimahullah- berkata :

إِذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ ….. فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ

“Jika Engkau memiliki hati yang selalu qona‘ah, maka sesungguhnya Engkau sama seperti raja dunia”

Sahabat qur’an, qana‘ah dalam bahasa kita adalah “nerima” dengan apa yang ada. Yaitu sifat menerima semua keputusan Allah. Jika kita senantiasa merasa menerima dengan apa yang Allah tentukan untuk kita, bahkan kita senantiasa merasa cukup, maka sesungguhnya apa bedanya kita dengan raja dunia?

Kepuasan yang diperoleh sang raja dengan banyaknya harta juga kita peroleh dengan harta yang sedikit, akan tetapi dengan hati yang qana‘ah.

al-Hasan al-Bashri -rahimahullah- pernah berkata :

إِنَّ مِنْ ضَعْفِ يَقِيْنِكَ أَنْ تَكُوْنَ بِمَا فِي يَدِكَ أَوْثَقُ مِنْكَ بِمَا فِي يَدِ اللهِ

“Sesungguhnya di antara lemahnya imanmu, Engkau lebih percaya kepada harta yang ada di tanganmu daripada apa yang ada di sisi Allah”

Orang yang qana‘ah tidak terpedaya dengan harta dunia yang mengkilau dan ia tidak hasad kepada orang-orang yang telah diberikan Allah harta yang berlimpah

Ia qana‘ah, ia menerima semua keputusan dan ketetapan Allah. Bagaimana orang yang sifatnya seperti ini tidak akan bahagia?! Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda “Bukanlah kekayaan diukur dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa (hati)” (HR. al-Bukhari No. 6446 dan Muslim No. 1051)

Ibnu Baththal -rahimahullah- berkata :

وَغِنَى النَّفْسِ هُوَ بَابُ الرِّضَا بِقَضَاءِ اللهِ تَعَالىَ وَالتَّسْلِيْم لأَمْرِهِ، عَلِمَ أَنَّ مَا عِنْدَ اللهِ خَيْرٌ للأَبْرَارِ، وَفِى قَضَائِهِ لأوْلِيَائِهِ الأَخْيَارِ

“Karena banyak orang yang dilapangkan hartanya oleh Allah ternyata jiwanya miskin, ia tidak menerima dengan apa yang Allah berikan kepadanya, maka ia senantiasa berusaha untuk mencari tambahan harta, ia tidak peduli dari mana harta tersebut, maka seakan-akan ia adalah orang yang kekurangan harta karena semangatnya dan tamaknya untuk mengumpul-ngumpulkan harta.Sesungguhnya hakikat kekayaan adalah kayanya jiwa, yaitu jiwa seseorang yang merasa cukup (nerima) dengan sedikit harta dan tidak bersemangat untuk menambah-nambah hartanya, dan nafsu dalam mencari harta. Maka seakan-akan ia adalah seorang yang kaya dan selalu mendapatkan harta”

Orang yang qona’ah tidak terpedaya dengan harta dunia yang mengkilau, dan ia tidak hasad kepada orang-orang yang telah diberikan Allah harta yang berlimpah. Ia qona’ah… ia menerima semua keputusan dan ketetapan Allah. Bagaimana orang yang sifatnya seperti ini tidak akan bahagia..???!!!

Allah berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl : 97)

Print Friendly, PDF & Email
Kaya tapi Miskin
Tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI