Menjadi penghafal Alquran tentu sangat bermanfaat, orang lain akan menghormati kepada penghafal Quran. Karena dengan menghormati para penghafal Alquran, orang tersebut berarti telah mengagungkan Allah SWT.

Alquran diturunkan dan senantiasa menjadi rujukan jalan hidup bagi umat Islam. Ia juga sebagai cahaya penerang jalan hidup menuju ridha Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan besarnya antusiasme umat Islam untuk menghafalnya Alquran atau minimal membaca dan merenungi arti makna dalam tiap-tiap ayat.

Menghafal Alquran merupakan identitas dan kebutuhan setiap Muslim, tanpa adanya hafalan Alquran.  Seseorang tidak akan pernah tahu apa yang diperintahkan dan dilarang oleh agama, jiwanya tidak akan pernah terisi oleh ruh ajaran agama.

Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang tidak mempunyai hafalan Alquran sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR. Tirmidzi).

Alangkah baiknya menghafal Alquran tidak hanya lafadznya saja namun harus diiringi dengan pemahaman dan pengamalan. Rasulullah SAW selalu mengajak para sahabat untuk menghafal Alquran agar hati mereka tidak kosong dari ayat-ayat Alquran.

Iman Malik dalam kitabnya Al-Muwatha menceritakan bahwa Ibnu Umar membutuhkan bertahun-tahun, malah ada yang mengatakan delapan tahun lamanya hanya untuk menghafal surat Albaqarah.

Bahkan Ustadz Yusuf  Mansur mengatakan bila kita ingin menghidupkan Alquran dalam diri kita seperti Alquran berjalan. Mulailah  untuk hafalin lagi Quran.

“Berusahalah untuk menghafalnya. Walau terbata-bata. Walau susah payah. Walau sehari seayat. Yang penting terus saja jalan. Banyak-banyak ngulang. Dan jangan berhenti. Teruuussssss aja jalan dan bergerak hingga tiba-tiba, Al Baqarah udah hafal, surah-surah yang masyhur hafal, juz 30 hafal, hingga sempurna 30 juz,” ungkapnya.

Menjadi penghafal Alquran tentu sangat bermanfaat, orang lain akan menghormati kepada penghafal Quran. Karena dengan menghormati para penghafal Alquran, orang tersebut berarti telah mengagungkan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan yang terdapat di dalam hadits.

Rasulullah bersabda, “Di antara perbuatan mengagungkapan Allah adalah menghormati orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Quran yang tidak berlebih-lebih dan mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Alquran tidak diamalkan serta menghormati kepada penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud).

Inilah janji Allah SWT yang pastinya membuat setiap kita ingin menjadi penghafal Alquran. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan Allah SWT menjanjikan kebaikan bagi keluarga orang-orang yang menghafal Alquran, ganjaran pahala kebaikan serta kedudukannya di akhirat.

 

  1. Allah akan memberikan mahkota kehormatan kepada penghafal Alquran di akhirat.

Sesuai dengan yang terdapat di dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Baginda bersabda, orang yang hafal Alquran kelak akan datang dan Alquran akan berkata: “Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru”. Maka orang tersebut diberi mahkota kehormatan.  Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhan tambahkanlah pakainnya”. Kemudian orang itu diberi pakaian kehormatannya. Alquran berkata lagi,  “Wahai Tuhan, ridhailah dia”. Maka kepadanya dikatakan: “Baca dan naiklah”. Dan untuk stiap ayat, ia diberi tambahan satu kebajikan,” (HR. Tirmidzi).

  1. Dikumpulkan bersama malaikat yang mulia lagi taat.

“Dan perumpamaan orang yang membaca Quran sedangkan ia hafal ayat-ayat Nya bersama para malaikat yang mulia dan taat,” (Muttafaqun ‘alaih).

  1. Para penghafal Alquran akan ditinggikan derajatnya saat berada di Surga.

Sesuai dengan sebuah hadits dari Abdillah bin Amri bin ‘Ash dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Quran, bacalah dan naikah serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkan Alquran di dunia sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR Abu Daud dan HR. Tirmidzi).

  1. Para penghafal Alquran akan mendapatkan pertolongan (syafaat).

Hadits-nya dari Abi Umamah ra, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: “bacalah Quran”, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafal).” (HR. Muslim). Pemberi syafaat menurut istilah, adalah penengah (perantara) bagi yang lain dengan mendatangkan suatu kemanfaatan atau menolak mudharat bagi orang lain.

  1. Tak hanya para Penghafal Alquran yang akan mendapatkan pertolongan orangtua para penghafal Alquran  juga mendapatkan

Dalam hadits disebutkan, dari Burraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW. Bersabda “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim).

  1. Menghafal Alquran berfaedah bagi urusan perniagaan mereka.

Dalam Alquran dijelaskan “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah meyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30). []

Print Friendly, PDF & Email
Keistimewaan yang Allah SWT Janjikan untuk Para Penghafal Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI