KEPASTIAN HANYA MILIK ALLAH

 

Hasil gambar untuk taqwa

“Assalaamualaikum wa rahmatullah wabarakatuh.”

Segala punji bagi Allah Rabb semesta alam yang telah memberikan kita hidup sehingga kita bisa berpijak di bumi Allah ini dengan kehendaknya. Sebagai orang beriman tentunya harus tahu kenapa dan apa sebab kita di ciptakan di muka bumi ini? jawabannya iyalah.. hanya untuk beribadah kepada Allah pastinya! Tapi perlu kita ketahui bahwasanaya untuk merealisasikan ibadah itu ada banyak yang harus menjadi pegangan dan wawasan, yang dimana dengan itu  bisa membuat kita makin yakin kepada Allah dan makin siap menjalaini kehidupan di dunia yang fana banyak ujian dan cobaan ini. Dan kesempatan ini berkaitan pegangan atau bekal yang harus kita ketahui adalah kepercayaan yang  kokoh kepada Allah, bahwasanya kepastian hanya milik Allah.

Salawat beserta taklupa kita kirimkan kepada baginda alam Rasulullah Muhammad SAW yang telah memperjuangkan agama agung kita yakni islam, sehingga kita masi bisa merasakan nikmatnya ibadah yang sesuai tuntunan dari beliau.

Menyisiri kehidupan manusia sering lalai dari penciptanya yaitu Allah Rabbul A’lamin dengan mereka selalu takut menjalani kehidupan. Takut kelaparan, takut miskin, takut  bangkrut dalam usahanya dan masih banyak ketakutan yang lain dalam mengarungi kehidupan. Kenapa begitu? Karena mereka yang takut itu masih kurang yakin atau bahkan tidak yakin atas takdir dan ketetapan yang Allah tetapkan dalam kehidupannya di dunia ini. Padahal kalau orang muslim yang benar-benar yakin atas apa yang Allah tetapkan atas dirinya pasti tidak ada keragun dalam dirinya.

Ada  banyak contoh didalam al-Qur’an bagaimana ketetapan dan kepastianAllah itu benar-benar ada. Seperti nabi musa di kisahkan di selamatknya dari kepungan balatentara Fir’aun .
Ketika firaun dengan bala tentaranya mengejar dari belakang dan ketika mereka sampai di pertengahan laut, maka air laut pun bertaut kembali menjadi satu, kemudian mereka tenggelam semuanya, sebagaimana firman Allah :

“Maka firaun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka” (Qs. 20 : 78)

Itu bentuk pertolongan Allah dalam al-Qur’an. Kalau kita benar yakin dengan iman yang kuat. kisah itu  kita pasti menggunakan logika iman bukan logika dunia bahwa bahkan laut bisa terbelah menjadi dua apalagi cuman dengan hajat kita!

Kembali lagi keyakin kepada Allah bahwa kepastian hanya milik Allah. Contoh buat kita dalam peristiwa di dalam kehidupan kita. Ketika orang tua kita yang setiap memberikan janji kepada kita dan ketika dia berjanji kepada kita, sering menetapi janjinya, sehingga kita percaya kalau misalkan orang tua kita menjanjikan sesuat pasti di tepati, apatah lagi dengan Allah yang agung, maha kaya, maha bijaksana, maha mengabulkan dia pemilik alam semesta dan jagat raya ini! Apakah kita ragu akan Allah? Apakah kita tidak percaya akan takdir dan ketetapan Allah? Apakah kita ragu akan janji Allah bagi hambanya yang yakin dengan iman yang kuat? Kalau keraguan itu masi ada dalam hati kita maka harus di pertanyakan ke imana kita, sudah sekuat apa.

Allah menyediakan begitu banyak kepastian buat hambanya yang beriman serta yakin kepadanya.

perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam qur’an surat ath-tholaq ayat ke 2-3:

…وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ…

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (At-Thalaq: 2-3)

Adapun janji-janji yang langsung di dunia ini yang disebut secara terang-terangan (eksplisit), setidak-tidaknya ada sepuluh macam Janji Allah kepada orang beriman. Berikut ini adalah sembilan janji di dunia berikut :

1. Allah SWT berjanji akan menolong setiap orang-orang yang beriman. Sebagaimana firman Allah SWT,

            “… Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 47).

  1. Diberikan advokasi atau pembelaan kepada orang beriman (ad-difa’). Allah SWT berfirman,

            ”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang ber­iman…” (QS. Al-Hajj:38).

  1. Mendapatkan perlindungan kasih sayang (Al-wilayah) untuk hamba beriman. Allah SWT berfirman,

            ”Allah Pelindung orang-orang yang beriman…. ” (QS. Al-Baqarah: 257).

  1. Ditunjukkan kepada jalan yang benar (Al-hidayah) orang beriiman. Didasarkan firman Allah SWT,

            ”… Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang- orang yang beriman kepada jalan yang lurus. ” (QS. Al-Hajj: 54).

  1. Orang-orang kafir tidak akan diberikan jalan untuk memusnahkan mereka hamba hmba beriman dari muka bumi (adamu taslithiil kafirin). Allah SWT berfirman,

            “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir.” (QS. An-Nisa.i : 141).

  1. Diberikan kekuasaan di dunia dan diberikan kemapanan dalam segala bidang untuk mereka yang iman. Allah SWT berfirman,

            “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” (QS. An-Nuur; 55).

  1. Keberkahan dari langit danbumi, seperti sumber dayaalam yang melimpah serta rejeki yang lezat (Al-barakah dan ar-rizqu ath-thayyib). Allah SWT berfirman,

            “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raaf: 96).

  1. Janji kanKemuliaan dan kejayaan (Al-izzah). Allah SWT berfirman,

            ”Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang berinar (mukmin).” (QS. Al-Munafiquun: 8).

  1. Kehidupan yang baik didunia dan akhirat tentunya (al-hayah ath-thayyibah) Allah SWT berfirman,

            “Barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An- Nahl: 97).

Dengan janji-janji yang sangat menggiurkan tersebutkan diatas tentulah kualifikasi (penyeleksian) orang-orang yang dikategorikan sebagai memiliki keimanan atu orang beriman sangat ketat. Jika tidak, tentulah saja banyak orang, bahkan semua orang, yang akan mengaku-aku diri sebagai orang berimman.

Untuk menghindarinya ini semwa dan untuk mengukur seberapa pula seberapa kadar keimanan manusia ini, dilakukanlah proses tes terlebih dahulu nya, tes keimanan, sebagaimana tes cobaanini dilakukan terhadap generasi-generasi ter dahulu.

Allah SWT berfirman dalam AlQuran,

            “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka belum diuji ? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang- orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabuut: 2-3).

 

Terakhir.. Pernah kita meminta kepada seseorang dan permintaan kita di kabulkan orang tersebut, kita harus lebih berpikir dan lebih percaya bahwasanya kalau kita meminta kepada Allah kepastian di kabulkannya doa kita itu lebih pasti, tentunya kita harus betul-betul percaya bahwasanya Allah betul-betul akan mengabulkan permintaan kita. Perbaiki sangkaan kita kepada Allah jangan merasa pesimis dengan doa kepada Allah karena Allah seperti apa yang kita  sangkakanan kepada Allah

 

Kalaupun doa atau hajat kita sekarang belum di kabulkan kita kembali bersangka baik kepada Allah karna bisa jadi dengang doa kita di tunda di kabulkan karna mungkin Allah mempersiapkan kita tabungan yang besar di akhirat, atau Allah mengetahui kita belum bisa memegang atau mengatasi doa yang kita hajatkan kepanya. Atau bahkan Allah rindu dengan suara kita ketika sering berdoa kepadanya, Allah suka mendengar suara kita ketik memohon doa kepadanya. Karna bisa jadi keti Allah telah mengabulkan doa kita kita jadi malas lagi untuk meminta kepadanya.

Sangat banyak kepastian yang Allah janjikan kepada kita. Yang menjadi pertanyaan yakinkah kita dengan semua itu? Kalau kita beriman jawab dengan lisan kita yakin dengan lantang bahwa kita sangant yakin, tapi tentunya hati kita harus sejalan dengan lisan kita!

Itulah semua rangkain pembahsan tentang yakin kepada Allah karena kepastian hanya miliknya! Semoga bisa menambah keimanan kita agar semakin percya dan yakin lagi kepada ketetapannya.  wassalaamualaikum wa rahmatullah wabarakatuh.

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
KEPASTIAN HANYA MILIK ALLAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI