Assalamualaikum sahabat
Ngga terasa ya kalo kita udah masuk hari ke 8 di bulan ramadhan rasa-rasanya baru aja kemarin kita puasa ternyata sekarang udah 1 minggu kita menjalani puasa dibulan suci ini

Sedihh??? pasti !! karna kesempatan kita untuk beribadah dibulan yang suci ini semakin berkurang,,, semoga semakin berkurangnya hari hari dibulan ramadhan ini menjadikan ibadah kita menjadi lebih baik dibandingkan dengan ibadah ibadah kita sebelumnya. Aamiin

Ngomongin tentang Ramadhan siapa sih yang ngga kenal sama bulan suci yang satu ini, bulan ramadhan bukan saja tentang menjauhi makanan dan menahan lapar namun banyak aspek yang harus kita pahami.

Sungguh sangat disayangkan pada bulan yang mempunyai banyak keutamaan ini sebagian orang masih salah memahami arti puasa yang sesungguhnya. Dan sebagian kesalahan lebih besar dari kesalahan yang lainnya, diantara kesalahan itu adalah :

1. Menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia, dimana diwajibkan berpuasa didalammya, disunnah melaksanakan shalat terawih,  doa-doa dikabulkan dan banyak keutamaan yang lainnya dari bulan ramadhan. Sungguh sangat disayangkan kalau ada seseorang yang menyia-nyiakan waktu harinya dibulan ramadhan dengan perbuatan sia-sia bahkan dengan maksiat. Sungguh sangat mengkhawatirkan kalau dia masuk dari bagian hadits Rasulullah , dimana Beliau bersabda :

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“Sungguh celaka seseorang yang mendapatkan bulan ramadhan kemudian berakhir bulan ramadhan tetapi dosanya tidak diampuni.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata “ Hadits Hasan Gharib” dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dari shahabat Abu Hurairah).

2. Puasa tetapi tidak shalat

Diantara  kesalahan yang sangat fatal yang dilakukan oleh orang berpuasa di bulan ramadhan namun dia tidak melaksanakan shalat atau shalatnya hanya dibulan Ramadhan. Yang hal ini merupakan kesalahan yang amat fatal, karena dia telah melakukan dosa besar bahkan dosa kekufuran. Bukannya shalat adalah kewajiban?? dan bukankah kewajiban bila ditinggalkan akan mendapat dosa dikerjakan mendapat pahala beda dengan sunnah yang tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.

Allah berfirman :

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ المُشْرِكِينَ

“Serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.”
(Qs. Ar-Ruum:31)


Rasulullah bersabda :

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya pembatas antara seseorang dan kesyirikkan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”
(HR. Muslim dari Sahabat Jabir )

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda :

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkan shalat sungguh dia telah kafir.” (HR. An-Nasai, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Berkata Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ”Kami mendapati  di dalam Al-kitab (Al-Qur’an) dan as-Sunnah yang keduanya menunjukkan atas kafirnya orang yang meninggalkan shalat.” (Hukmu Tarkis Shalah,Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin: 6).

3. Tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah

Allah SWT. Berfirman :

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujurat : 12).

Tentang kesalahan ini Rasulullah bersabda :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, dan melakukan tindakan kebodohan, maka Allah tidak butuh atas perbuatannya meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Masihkah kita berkata dusta dan membicarakan orang lain? apakah kita sudah benar? apakan kita sudah sempurna? sehingga ringan lidah ini untuk berbicara bahkan apakah kita rela memakan bangkai saudara kita sendiri? apakah kita tidak jijik?? mulailah untuk tidak berbicara dusta dan membicarakan orang lain dari sekarang. ya… sekarang !!!

4. Melaksakan shalat tarawih dengan cepat-cepat tidak tuma’ninah.

Rasulullah pernah melihat seseorang yang shalatnya tidak tuma’ninah, belum sempurna dari satu gerakan sudah pindah pada gerakan shalat yang lainnya. Lalu Rasulullah menyuruh untuk mengulang shalatnya. Orang yang shalat wajib untuk menyempurnakan gerakan shalatnya, tuma’ninah dalam ruku, sujud dan gerkan shalat lainnya. Rasulullah bersabda :

يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ , لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ يُقِيمُ صُلْبَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ

“Wahai sekalian muslim, tidak ada shalat bagi orang yang tidak meluruskan tulang punggunya ketika ruku dan sujud.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad yang shahih. Silahkan lihat As-Shahihah : 2536)

5. Berlebih-lebihan dalam makan dan minum

Sungguh sangat disayangkan sebagian orang berpuasa berlebih-lebihan dalam makan dalam makan dan minum. Padahal Allah berfirman :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ المُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf : 31)

Dari Abu Hurairah R.A. berkata :  Rasulullah saw bersabda : “makanan dua orang cukup untuk tiga orang . makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang”(H.R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah R.A. berkata : “Ada seorang laki-laki yang biasanya  makan banyak. Setelah ia masuk islam makannya sedikit. Hal itu diceritakan orang kepada Rasulullah saw. Beliau Bersabda : “orang yang beriman makan untuk satu perut, orang kafir makan untuk tujuh perut”.  (H.R. Bukhari)

 mulai dari sekarang kita belajar untuk tidak makan berlebihan. bayangkan banyak sudara kita diluar sana yang berbuka dan sahur hanya meminum air putih.

6. Menjadikan bulan Ramadhan kesempatan  untuk minta-minta 

Tentang hal ini Rasulullah bersabda: “Senantiasa seseorang meminta-minta kepada manusia sampai pada hari kiamat datang dalam keadaan wajahnya tidak tersisa sepotong dagingpun.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bukankan tangan diatas lebih baik dibandingkan tangan dibawah. janganlah kita merendahkan diri kita untuk mencukupi kebutuhan jasmani maupun rohani kita. Maukah kita datang dihari akhir dengan wajah yang hina dina???

7. Menganggap Bahwa Mandi dan Berenang atau Menyelam Dalam Air Membatalkan Puasa 

Anggapan tersebut salah sebab tidak ada dalil yang mengatakan bahwa berenang atau menyelam itu membatalkan puasa sepanjang dia menjaga agar air tidak masuk ke dalam tenggorokannya.

Berkata Imam Ahmad dalam kitab Al-Mugny Jilid 4 hal 357, “Adapun berenang atau menyelam dalam air dibolehkan selama mampu menjaga sehingga air tidak tertelan.”

Berkata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin , “Tidak apa-apa orang yang berpuasa menceburkan dirinya ke dalam air untuk berenang karena hal tersebut bukanlah dari perkara-perkara yang merupakan pembatal puasa. Asalnya (menyelam dan berenang) adalah halal sampai tegak (baca: ada) dalil yang menunjukkan makruhnya atau haramnya dan tidak ada dalil yang menunjukkan haramnya dan tidak pula ada yang menunjukkan makruhnya. Dan sebagian para ‘ulama menganggap hal tersebut makruh hanyalah karena ditakutkan akan masuknya sesuatu ketenggorokannya dan ia tidak menyadari.”

Ini juga merupakan pendapat Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyah, dan lain-lainnya. Lihat Syarhul ‘Umdah Min Kitabush Shiyam 1/387 dan 471, Al-Muhalla 6/225-226 karya Ibnu Hazm dan Fatawa Ramadhan2/524-525.

Diperbolehkan namun, kalau bisa dihindari  ya teman-teman karna sangat kecil kemungkinan jika kita berenang air kolam itu tidak tertelan. dari pada membatalkan puasa alangkah baiknya jika kita menghindarinya.

8. Menjadikan Imsak Sebagai Batasan Sahur

Sering kita mendengar tanda-tanda imsak, seperti suara sirine, ayam berkokok, beduk, yang terdengar sekitar seperempat jam sebelum adzan. Tentunya hal ini merupakan kesalahan yang bertolak belakang dengan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah yang mulia.

Allah berfirman,

{وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ} [البقرة: 187]

“Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”. [ Al-Baqarah: 187 ]

Dan juga hadits Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah , Rasulullah bersabda,

إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى تَسْمَعُوْا تَأْذِيْنَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُوْمٍ

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari maka makanlah dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.”

Jadi jelaslah bahwa batas akhir makan sahur sebenarnya adalah pada menjelang  adzan dan dari hal ini pula dapat dipetik/diambil hukum terlarangnya melanjutkan makanan yang sisa ketika sudah masuk adzan subuh, karena kata hatta (sampai) dalam ayat Al-Qur`an bermakna ghayah, yakni akhir batasan waktu.

9. Menyibukkan Diri dengan Pekerjaan Rumah Tangga di Akhir Bulan Ramadhan

Sering kali kita lihat para ibu-ibu ataupun remaja menyibukkan diri sehingga melalaikannya dari ibadah pada akhir bulan Ramadhan, khususnya sepuluh hari terakhir, adalah hal yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yang seharusnya, pada sepuluh hari terakhir, kita lebih menjaga diri dengan memperbanyak ibadah. Bukan malah sibuk berbelanja dan membuat kue untuk acara lebaran.

Semoga dengan adanya artikel ini akan menambah ketaqawaan kita padan-Nya, dan semoga ramadhan bulan ini lebih baik dari Ramadhan bulan lalu.

وَالله ُتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعٰلَمِيْنَ

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Kesalahan-kesalahan Yang Dilakukan Saat Menjalankan Puasa
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI