Assalamu’alaikum,, Sahabat Quran

Bagaimana kabar pagi ini?  Semoga kita semakin rindu ketika kita jauh dengan Al Quran..Aamiin

Dibulan Ramadhan ini semoga taqwa dan semua kebaikan-kebaikan selalu mengalir di diri kita… Semakin hari semakin baik akhlaq kita. aamiin.

Kali ini bisa jadi ini menyedihkan, menyenangkan atau bahkan bisa menjadi sumber motivasi..

Setiap jiwa pasti pernah merasakan Takut, Berani, Kuat, Lemah, dkk.

Begitu juga diri ini merasa bahwa hidup berat penuh ujian dan paling menderita, semakin beranjak dewasa semakin mengenaskan seakan sendiri mungkin begitu penafsiranku saat itu padahal Allah selalu bersamaku. Namun dibalik itu Allah hadirkan Al quran di tengah-tengah hati yang lapar. Allah hadirkan orang-orang yang sholih dan sholihah di sebagian hidup ini. Bahkan Allah sendiri yang memberitahu kita bahwa iman kita pasti diuji : “ Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan : “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji ?” (QS 29:2)

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ ,مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Wahai Robb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu, yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu.

Ya Allah..

Cintakanlah aku pada-MU

Rindukan aku pada-MU..

Teguhkanlah pendirianku dalam mencintai Kalam-MU

Ya Allah,,

Jangan labilkan aku dalam menentukan pilihan. Jangan labilkan aku dalam mencintai dan menjaga surat cinta-MU.

Ya Rabbi,,

Aku yaqin pada pilihan ini adalah cara Engkau mendekatkanku pada ayat-ayat cinta-MU. Jangan biarkan hati ini terpontang-panting karena dunia. Aku takut ketika aku bersama dunia hingga menjelajahi dunia aku lupa akan kewajibanku untuk menjaga surat cinta-MU.

Karena aku yaqin ketika aku mengejar akhirat duniapun akan mengikuti, namun ketika aku mengejar dunia akhiratpun belum tentu mengikuti juga. “

Seandainya boleh jujur jika bukan karna ridho dan ilmu mana mungkin aku bertahan untuk mengejar indahnya bersama Al Quran. Lelah pasti, Jenuh pasti sebab nikmatnya itu ketika Al quran sudah ada di dalam hati menyatulah ibaratnya begitu.

Dalam peribahasa

Bagai air di daun talas = Orang yang tidak teguh pendiriannya

Kalau bahasa jawanya sih Plin-plan. Kadang A eh abis itu B. Ada yang mau ini ikut ini yang mau itu ikut itu. Mengerikan sekali bila itu terjadi pada para Penghafal quran. Kalau itu dalam kebaikan tidak ada masalah. Tapi kalau dalam ke maksiatan WoW!!!

Kita ngga punya pendirian sendiri. Mudah terpengaruh dengan sesuatu yang baru kita tau.

Aku ingin dunia ya, itu pernah melayang-layang di fikiran ini. Tapi aku tepis jauh-jauh itu karena sejatinya ilmu, dunia, kaya, miskin, cantik, tampan itu milik Allah. Kita mau ke Luar negri minta sama Allah, Kita mau apa aja minta sama Allah karena Dunia dan isinya itu milik Allah. Sekarang saatnya kejar Akhirat.

Projek akhirat itu proyek besar dan saling berhubungan. Lantas masih ragukah untuk terus bersama Al Quran?

Yaqin masih mau menduakan surat cinta-NYA?

Yang paling menyakitkan saat ini adalah saat hati, mata dan fikiran tak sejalan dengan harapan. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik, Karena belum tentu tahun depan dapan menjumpainya lagi. Menjahui yang dosa mendekati yang berpahala.

Allah itu Maha Baik” itu sepucuk kalimat kalau diri ini sedang lemah, saat hati dan logika bertaburan. Halyang tersulit sekarang saat aku harus menjaga diri, hati, lisan dan perilaku ini.

Semoga sih kita-kita ini bisa istiqomah pada pendirian dalam kebaikan. Susah gampang sih jaga yang namanya Istiqomah. Wallahu’alam

Karena yang berat bukan rindu tapi istiqomah setelah hijrah.

Print Friendly, PDF & Email
Ketika Imanku Diuji
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI