Connor McGovern Jersey  Lelahmu dalam menghafal Alquran akan terbalas

Tidak akan sia-sia apapun interaksi positif kita bersama al-Qur’an. Baik itu berusaha agar bisa membacanya dengan baik, berusaha menghafalkannya, memahami dan mentadabburinya, termasuk usaha mengamalkannya, semuanya tidak akan sia-sia di hadapan Allah jika kita ikhlas. Artinya, pahala-pahal besar dari al-Qur’an itu terus akan kita dapatkan selama kita juga istiqamah untuk melakukan interaksi-interaksi positif tersebut. Baik hasilnya maksimal maupun tidak, yang jelas usaha kita akan Allah ganti dengan pahala yang tak akan pernah ternilai harganya.

Intinya, lelah kita pasti akan tetap terbayar. Sebab, Allah adalah Dzat yang tidak akan pernah berbuat zhalim kepada hamba-Nya yang melakukan kebaikan karena mengharap keridhaan-Nya. Allah adalah Dzat yang tidak akan pernah lupa membalas usaha-usaha kita dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya, termasuk salah satunya melalui jalan menghafal al-Qur’an. Walaupun yang mampu kita hafal ternyata hanya beberapa juz atau beberapa surah saja, itupun dengan susah payah, maka pahalanya tidak akan kurang sedikit pun.Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan hamba-Nya dalam rangka menghambakanya diri kepada-Nya. Bahkan, Allah akan membimbing mereka yang berjuang menghambakan diri kepada-Nya sehingga mereka benar-benar merasakan indahnya petunjuk-petunjuk-Nya. Ingatlah janji Allah dalam ayat berikut:

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٦٩

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 69) Dengan terus berjuang untuk tetap menghafal al-Qur’an, mudah-mudahan Allah menganugerahkan kita kemampuan untuk semakin merasakan nikmatnya hidup dalam naungan al-Qur’an, sehingga betapapun beratnya perjuangan tersebut, kita bisa tetap istiqamah menjalaninya. Kesulitan yang anda temui ketika menghafal al-Qur’an sebenarnya bisa membuat anda semakin mendapat pahala besar dari pejuangan dan pengorbanan anda yang tidak didapatkan oleh mereka yang tidak menemukan ujian tersebut dalam proses menghafal al-Qur’an yang mereka jalani. Maka jangan menyerah, sebab bukankah anda menghafal al-Qur’an agar Allah mencintai dan meridhai anda? Pengorbanan dan perjuangan kita dalam menghafal al-Qur’an, seberat apapun itu, akan tetap bebuah pahala dan kebaikan untuk kita sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Kebaikan dan pahala tersebut tentu saja tidak sedikit, sebab al-Qur’an juga bukan sesuatu yang kecil. Ingatlah, pahala yang bisa kita dapatkan dari al-Qur’an itu bukan hanya ketika kita mampu menghafalkannya dengan baik, tetapi juga bisa kita dapatkan dari usaha menghafalkannya itu sendiri. Baik hasilnya maksimal maupun tidak, usahanya harus tetap maksimal, insyallah kita tetap mendapatkan pahala yang besar di hadapan Allah swt.

Jika demikian, maka seharusnya anda banyak bersyukur kepada Allah dan tetaplah menghafal al-Qur’an walaupun terasa sulit, sebab Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha anda. Allah pasti senang melihat anda mendapatkan banyak pahala dari usaha dan kesungguhan anda tersebut. Di akhirat nanti, kita pasti akan dapat melihat betapa besar pahala di balik usaha kita tersebut. Firman-Nya:

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ٣٩ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ٤٠ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ٤١

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (QS. An-Najm [53]: 40-41). Di samping itu, berlelah-lelah dalam kebaikan itu lebih baik daripada anda berlelah lelah dalam sesuatu yang tidak ada gunanya, apalagi dalam sesuatu yang dimurkai Allah. Dan membaca dan menghafal al-Qur’an itu bukan hanya sekedar baik, tetapi juga memang seharusnya itulah yang selalu dilakukan oleh umat Islam agar nilai-nilai al-Qur’an bisa masuk ke dalam jiwa mereka. Ia bukan pilihan, tetapi keharusan bagi siapapun yang menginginkan kedekatan yang erat dengan al-Qur’an.

Daripada anda mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat, tentu saja lebih baik menghafal al-Qur’an, yang jelas-jelas berpahala, walaupun bagi anda begitu berat. Sebab, ada pahala besar yang Allah siapkan di baliknya yang tentu saja jika kita bisa melihat dan merasakan seperti apa besarnya pahala tersebut, niscaya rasa berat itu tidak akan lagi menjadi sebuah penghalang untuk kita. Bahkan, rasa berat itu akan hilang dengan sendirinya, tergantikan dengan rasa harap yang begitu besar akan pahala dan keutamaan di baliknya. Maka, coba hadirkan keagungan pahala dan keutamaan tersebut ketika kita sedang menghafal al-Qur’an.Beristiqamahlah dalam menggapai keinginan mulia anda untuk menjadi penghafal al-Qur’an sejati walaupun prosesnya terasa sangat berat, sebab itu menandakan bahwa anda memang menginginkan agar anda selalu dalam kebaikan yang sangat bernilai tinggi di sisi Allah. Bukankah kita sudah tahu bahwa sesuatu yang besar itu biasanya juga harus digapai dengan pengorbanan yang besar? Maka demikianlah seharusnya kita dalam menghafal al-Qur’an, tak pernah menyerah sebesar apapun ujiannya, sebab yang kita ingin gapai juga memang sesuatu yang tidak kecil nilainya di hadapan Allah.

Jika anda tidak menyerah, maka di akhirat nanti anda tetap akan menjadi orang yang beruntung. Walaupun anda tidak bisa menyempurnakan hafalan anda ketika di dunia, tetapi Allah akan menyempurnakan balasan untuk perjuangan dan pengorbanan anda ketika anda berusaha menyempurnakan hafalan anda tersebut di dunia. Jangan menyerah walau bagaimanapun perjuangan dan pengorbanan anda. Sebab dunia memang tempatnya berjuang dan berkorban demi mendapatkan kehidupan akhirat yang baik. Dunia adalah tempat menanam sebanyak-banyaknya kebaikan, sehingga barulah di akhirat nanti anda bisa memanennya. Jika yang kita tanam di dunia adalah kebaikan, maka di akhirat pun kita akan mendapatkan kebaikan demi kebaikan dari Allah swt. Sebaliknya, jika di dunia kita hanya menanam keburukan, maka di akhirat nanti tidak akan ada yang kita dapatkan kcucali keburukan yang setimpal. Menghafal al-Qur’an adalah kebaikan yang nilainya sangat besar di mana balasannya jauh lebih besar daripada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Itu semua tiada lain adalah bentuk kasih sayang Allah bagi siapapun yang mau dekat dengan al-Qur’an. Menghafal dan menjaga hafalan al-Qur’an itu hanya beberapa tahun saja sampai kita wafat, tetap balasannya di akhirat nanti bisa kita nikmati selama-lamanya. Ingatlah bahwa kalau anda menyerah dengan ujian yang anda hadapi ketika menghafal al-Qur’an, berarti anda juga sudah bosan dengan pahala dan kebaikan yang bisa anda dapatkan dari al-Qur’an. Bagaimana bisa anda bosan mendapatkan kebaikan sementara anda membutuhkannya untuk kehidupan kekal anda di akhirat nanti. Jika bukan sekarang, kapan lagi kita mengumpulkan bekal-bekal kebaikan untuk di akhirat nanti, sebab kematian bisa saja datang dengan tiba-tiba tanpa kita ketahui waktunya. Ingat, al-Qur’an adalah bekal terbaik dan termudah yang Allah sediakan untuk kita, asalkan kita tidak menyia-nyiakannya .

Teruslah menghafal walau tak hafal-hafal. Sebab tujuan menghafal sendiri bukan hanya sekedar supaya kita bisa hafal semata, tetapi justru yang lebih penting adalah supaya kita istiqamah terus bersama al-Qur’an. Sehingga jika kita istiqamah bersama al-Qur’an walaupun tidak bisa maksimal dengan menghafalkannya, kita bisa dianggap lebih baik daripada orang yang mampu hafal 30 juz tetapi tidak istiqamah dalam menjaganya, sehingga akhirnya hafalan tersebut sedikit demi sedikit hilang dari ingatan. Pahala terbesar yang didapatkan seorang penghafal al-Qur’an itu bukan hanya ketika ia bisa hafal saja, tetapi juga ketika ia bisa istiqamah terus berusaha membaca dan menghafalkannya. Yang hafal belum bisa dianggap baik jika ia belum istiqamah menjaga hafalannya, tetapi yang istiqamah, di samping lambat laun pasti bisa menghafalkannya dengan baik, ia juga akan mendapatkan pahala besar terus-menerus tanpa henti walaupun sesekali ia absen dari membaca dan menghafalkannya karena halangan tertentu yang membuatnya sama sekali tidak bisa membaca dan menghafal, seperti karena sakit, dan lain sebagainya.

Betapa banyak penghafal al-Qur’an saat ini yang awalnya bersungguh-sungguh ketika belum hafal, namun sesudah hafal justru malah kurang peduli dengan hafalan yang sudah didapatkannya. Semangatnya menjaga hafalan tidak seperti semangatnya ketika ingin memiliki hafalan. Anda, jangan menjadi seperti mereka. Jika anda merasa bahwa menghafal al-Qur’an itu sulit bagi anda, maka jangan sekali-kali membiarkan ia hilang dari ingatan anda karena kecorobohan anda yang tidak mau memurajaah dan mengulang-ulangnya. Rasa berat dan rasa sulit yang anda dapati ketika menghafal al-Qur’an bisa jadi merupakan cara Allah menguji anda demi membuat anda lebih bersungguh-sungguh bersama al-Qur’an, tidak menyepelekan hafalan dan tidak terlalu menganggapnya enteng, sehingga anda akan bersungguh-sungguh menjaga hafalan itu karena tidak ingin ia hilang, sebab anda sudah merasakan bahwa menghafal al-Qur’an itu bukan sesuatu yang ringan bagi anda.

Dikutip dari buku “Mengapa Aku Sulit Menghafal Al-Qur’an?” karya Cece Abdulwaly

Print Friendly, PDF & Email
Lelahmu dalam menghafal Alquran akan terbalas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI