Assalamu’alaikum…

Kebanyakan mahad Tahfizh lebih berlomba2 dalam memperbanyak hafalan dan kemutqinan hafalan.
akan tetapi kualitas bacaannya sangat “menghawatirkan”.

Menjaga Al Quran bukan hanya menjaga lafadz-lafadz nya saja, akan tetapi menjaga juga keaslian Al Quran dari segi bacaan yang terwariskan kepada kita dengan Tajwid/tartil sampai kepada kita.

والأخذ بالتجويد حتم لازم من لم يصحح القرآن آثم
لأنه به الإله أنزلا وهكذا منه إلينا وصلا

“membaca Al Quran dengan tajwid (benar) adalah sesuatu yang wajib, barang siapa yang tidak membenarkan bacaan Al Quran maka dia berdosa. hal ini karena Allah ta’ala menurunkan Al Quran beserta Tajwid dan begitulah (dengan tajwid) bacaan Al Quran sampai kepada kita”.

(Al Imam Ibnu Al Jazariy)

Banyak ragam metode menghafal alquran yang kian hari kian berkembang…
Bertujuan membantu memudahka dalam proses menghafal alquran.

Tapi, bukankah bercermin pada metode sahabat nabi dan para ulama lebih utama ??
Para sahabat yg alquran dibacakan langsung oleh nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam kepada mereka, dan ulama yg bisa menghafal alquran dimasa belianya lewat pendengaran mereka.

Bukan untuk menyalahkan metode2 bagus yg berkembang sekarang… 😊

Tapi, beginilah hakikatnya alquran dari awal mula diturunkan.
Jibril membacakan kepada nabi, nabi membacakan kepada para sahabat, hingga setelah itu baru alquran dituliskan.

Ketika menjelaskan pelajaran nahwu bab Al’adad, Duktur Budian As Sundaawiy ( Dosen Lipia ) menjelaskan : ” Beginilah alquran disampaikan, alquran dibacakan, dan yg mendengarkan akan menghafal ayat2 itu, setelah itu barulah Alquran dicatat dari hafalan mereka. Berbanding terbalik dgn kita sekarang, kita bahkan membaca tulisan Alquran terlebih dahulu, kemudian menghafal, dan sesi terakhir mendengarkan dari Syaikh atau Syaikhah, itupun tidak dilakukan oleh semua org yg telah menghafal Alquran.

Duktur Aiman Rusydi Suwaid As suuriy ( Penasehat Utama & Ketua Majlis Lembaga Tahfidz Al-Quran Internasional, Jedah ) juga menjelaskan dalam salah satu dauroh tajwid beliau : “Sistem talaqqi inilah yg sering kita lupakan, bahkan diakhirkan.
Guru membacakan, kita menyimak, kemudian membacakannya lagi didepan guru, dan guru membetulkan, itulah yg dinamakan talaqqi.
Bukankah begitu para sahabat dan ulama lakukan ?? ”

Bahkan sekarang.. sudah banyak sekolah2 tahfidz yg kembali pada metode ini…
Karna.. menghafal Alquran dengan tajwid yang benar dari awal, sebagaimana yg telah diturunkan kepada Nabi, lebih utama dan lebih mudah untuk kita bukan ??

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kesempatan untuk talaqqi kepada orang2 yang memiliki sanad qiroah shohihah hingga rasulullaah.

Print Friendly, PDF & Email
MENGHAFAL METODE TERBAIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI