Assalamualaikum Wr. Wb
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat sehat, nikmat panjang umur sehingga kita masih diberi kesempatan untuk mencari ilmu salah satunya ialah membaca artikel  ini.

Hidup Tanpa Qur’an???
Pernahkah kita mengatakan saya beriman !!! Nabi saya ialah Nabi Muhammad SAW  dan kitab saya ialah Al Qur’an… namun pada kenyataannya??? kita bilang kita beriman tapi apakah kita menjalani setiap detik waktu kita dengan Al Qur’an???  apakah waktu kerja, kuliah, dan sekolah kita lebih banyak dibandingkan dengan waktu kita bersama Al Qur’an??? Bahkan anehnya saat kita melaksanakan shalat yang pastinya selalu melafadzkan surat Al Fatihah yang didalamnya terkandung makna memohon agar diberikan petunjuk dan jalan yang lurus.. akan tetapi belum dapat meluangkan waktu untuk membaca atau menghafal Qur’an !!! jika membaca atau menghafal saja tidak bagaimana kita akan  menuju tahap tadabbur yaitu memahami hikmah atau asbabun nuzul yang  terkandung dalam Al Qur’an…

Allah SWT berfirman dalam surat Al A’raf ayat 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Beberapa hal yang mempengaruhi diri jika hidup tanpa Qur’an :

  1. Kita akan berada dalam kegelapan jalan hidup dan gaya hidup/ life style yang tersesat, karena Al-Qur’an itu cahaya yang menerangi jalan hidup yang diridhai Allah keselamatan di dunia dan akhirat. Allah befirman, “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Maidah : 15 – 16).
  2. Kita akan sakit, khususnya kejiwaan, pemikiran dan jauh dari kasih sayang Allah (rahmah) serta berada dalam kerugian, karena Al-Qur’an itu Allah turunkan sebabagi obat dan rahmat-Nya untuk manusia agar mereka tidak rugi dalam hidup ini. Allah befirman, “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian,” (Al-Isro’ : 82).
  3. Hati kita akan menjadi keras sehingga sulit untuk tunduk, patuh, taat pada Allah dan khusyuk berzikir dan ibadah pada-Nya, karena Al-Qur’an itu Allah turunkan untuk penawar hati yang keras. Allah befirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik,” (Al-Hadid : 16).
  4. Kita akan terombang ambing dalam gelombang kebatilan, karena Al-Qur’an itu Allah turunkan sebagai Furqon (pembeda) antara hak dan batil. Allah berfirman, “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,” (Al-Furqan : 1).
  5. Kita bagaikan bangkai yang berjalan, karena Al-Qur’an itu Allah turunkan untuk menghidupkan hati, perasaan dan pemikiran yang mati sehingga manusia hidup dengan hati dan ruh. Allah befirman, “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus,” (As-Syura : 52)
  6. Kita akan terlunta-lunta dalam kegelapan sistem jahiliyah dan tidak akan mendapatkan jalan keluar kecuali melalui Al-Qur’an, karena Al-Qur’an itu Allah turunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar dengan Al-Qur’an itu Beliau mampu mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya Islam; jalan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allah berfirman, “Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,” (Ibrahim : 1)
  7. Akan mengalami berbagai kesempitan di dunia dan di akhirat akan dibangkitkan dalam keadaan buta dan dimasukkan ke dalam neraka, karena Al-Qur’an itu Allah turunkan agar manusia menjadikannya manhajul hayah (konsep dalam kehidupan dunia) agar mereka mendapat ridha dan berkah-Nnya di dunia dan di akhirat masuk syurga. Allah berfirman, “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal,” (Thoha : 124 – 127).

“Maka nikmat Tuhan mu yg manakah yang kau dustakan?”

Semoga saja kita semua bukanlah termasuk kaum dan golongan orang-orang yang buta Al-Qur’an.. Mereka sholat, mereka berdzikir, mereka puasa, bahkan berzakat akan tetapi, mereka menjalani episode kehidupannya setiap hari, sepanjang waktu dengan melupakan dan meninggalkan Al-Quran….Astaghfirullah

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“(Ya Allah) Tunjukilah kami jalan yang lurus!”

Print Friendly, PDF & Email
Menjalani Hidup Tanpa Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI