Connor McGovern Jersey  MUKJIZAT NABI YUSUF

Pada saat itu Raja Mesir sudah lama berkuasa. Oleh karena itu, sebagian orang berniat membunuhnya dengan membubuhkan racun dalam roti yang dibuat oleh pembuat roti kerajaan. Mereka juga berusaha memasukkan racun ke dalam minuman yang dibuat oleh pembuat minuman kerajaan. Akan tetapi, pembuat minuman tidak mau diajak kompromi dalam kejahatan ini, dan ia menolaknya.

Mengetahui rekayasa ini, sang raja memerintahkan untuk memenjarakan pembuat roti dan pembuat minuman untuk diperiksa urusannya. Pembuat minuman dan pembuat roti itupun lalu masuk ke dalam penjara. Saat masuk penjara, keduanya bertemu dengan Yusuf yang telah lebih dahulu ada di dalam penjara.

Yusuf adalah seorang yang berakhlak baik dan disukai semua orang. Pada suatu malam, pembuat roti dan pembuat minuman kerjaan itu bermimpi. Pembuat minuman bermimpi bahwa ia memberi minum raja sebagaimana ketika ia belum dipenjara, sedangkan pembuat roti bermimpi bahwa ia disalib di atas papan kayu dan kepalanya dimakan burung-burung buas (seperti burung rajawali, burung gagak, burung elang, dan burung hantu).

Yusuf menafsirkan mimpi mereka. Untuk pembuat minuman raja, Yusuf menafsirkan bahwa ia akan kembali pada pekerjaannya dan bebas dari tuduhan, sedangkan pembuat roti akan disalib dan mati sebagaimana yang ia lihat dalam mimpinya.

Kepada pembuat minuman, Yusuf berpesan agar ia menceritakan kisahnya kepada sang raja supaya Yusuf dikeluarkan dari penjara yang menahannya secara zhalim. Namun, setelah pembuat minuman itu benar-benar keluar dari penjara, ia lupa akan pesan Yusuf sehingga Yusuf tetap berada dalam penjara selama sembilan tahun.

Tahun berganti, suatu saat Raja bermimpi. Dalam mimpinya ia melihat tujuh sapi yang gemuk keluar dari sungai Nil. Kemudian datang tujuh sapi yang kurus memakan tujuh sapi yang gemuk tersebut. Selanjutnya, ia melihat tujuh bulir hijau dan tujuh bulir kering.

Raja bangun dari tidurnya dengan kaget, kemudian tidur kembali dan masih tetap bermimpi seperti mimpi sebelum-sebelumnya. Ia pun kembali terbangun dan berteriak dengan kerasnya. Selanjutnya ia berkata kepada pengawalnya, “Beri pendapat tentang mimpiku. Tafsirkan mimpiku ini !”

Mereka berkata, “Itu hanya pikiran dan was-was saja.”

“Tidak-tidak ! Sesungguhnya mimpiku ini berulang kali.”, kata raja.

Pembuat minuman kerajaan baru teringat kepada Yusuf, seorang pemuda yang telah menafsirkan mimpinya ketika ia masih dalam penjara. Ia berkata kepada sang raja, “Utuslah aku kepada Yusuf di dalam penjara.”

Pembuat minuman pun menemui Yusuf di dalam penjara, dan menceritakan mimpi raja kepada Yusuf, agar ditafsirkannya. Yusuf berkata, “Kalian akan menanam tanaman selama tujuh tahun berkesinambungan, kemudian setelah itu akan datang masa kekeringan tanpa hujan selama tujuh tahun.

Kemudian akan datang setelahnya masa turun hujan kembali selama tujuh tahun, sehingga kalian dapat kembali menanam tanaman. Hewan-hewan juga ikut memakan tumbuhan sehingga kalian dapat memerah susunya, kemudian kalian meminumnya.”

Mendengar tafsir Yusuf ini, raja merasa gembira. Oleh sebab itu, ia berkata, “Bawalah Yusuf kepadaku!”

Ketika utusan raja datang kepada Yusuf di dalam penjara, Yusuf berkata, “Kembalilah kepada raja dan tanyailah mengenai tuduhan terhadap diriku dan menenai wanita-wanita yang ikut makan dalam perjamuan.”

Raja pun mengumpulkan wanita-wanita tersebut dan bertanya,”Apa pendapat kalian tentang Yusuf?”

Mereka menjawab,”Maha sempurna Allah, kami tidak mengetahui suatu keburukan pun darinya. Demi Allah, dia bebas dari tuduhan itu.”

Sementara Zulaikha pun ikut berkata, “Sekarang tampaklah kebenaran. Yusuf adalah yang bebas dari tuduhan itu dan akulah sebenarnya yang berbuat zhalim. Akan tetapi, kezhaliman itu adalah karena nafsu yang selalu mengajak pada kejahatan.”

Maka keluarlah Yusuf dari penjara dalam keadaan bebas dari tuduhan. Setelah bebas, sang raja berkata kepadanya,”Sesungguhnya mulai hari ini kamu menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami, maka ambillah kedudukan ini jika kamu menginginkannya.”

“Jadikanlah aku bendaharawan Mesir. Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.” sambung Yusuf.

Maka raja pun memberikan jabatan pembesar menteri kepada Yusuf. Kini ia menjadi pembesar Mesir dan memulai lembaran hidup baru setelah di dalam penjara dan hidup sebagai budak.

Print Friendly, PDF & Email
MUKJIZAT NABI YUSUF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI