Naiknya derajat karena ilmu

#ar_rahman

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Alhamdulillah, pada kesempatan pagi ini kita akan membahas tentang Naiknya Derajat Karena Ilmu.

Mungkin kita semua pernah atau barangkali sudah hafal dengan ayat yang mengatakan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Salah satunya QS. Al-Mujadalah ayat 11 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ.

Artinya : Wahai Orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian “ Luaskanlah tempat duduk “ di dalam Majlis-majlis maka luaskanlah(untuk orang lain), Maka Allah SWT akan meluaskan Untuk kalian, dan apabila dikatakan “berdirilah kalian” maka berdirilah, Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat, Allah maha mengetahui atas apa-apa yang kalian kerjakan.

Ketika kita membaca ayat dan terjemahannya seperti diatas, maka seolah-olah itu hanya seperti tulisan-tulisan biasa tak berbekas, termasuk bagaimana diangkatnya derajat orang berilmu, sebagaimana yang kita rasakan dizaman sekarang justru orang yang dihargai dan dianggap punya kedudukan tinggi adalah orang-orang kaya yang mempunyai banyak harta.

Oleh sebab itu kita perlu untuk mempelajari tafsir, agar kita bisa faham maksud dan mengambil pelajaran serta hikmah dari ayat-ayat Al-qur’an. Dan untuk bisa memahami Tafsir tentunya kita harus memahami Bahasa Arab dengan kaidah(Nahwu&Shorof) dan sastranya(Balaghoh).

Maka dari itu sering disampaikan oleh para Kiai bahwa Untuk memahami Islam, untuk menjadi seorang ‘Alim langkah pertama yang harus ditempuh adalah mempelajari Bahasa Arab. Coba kita sebutkan adakah Ulama Islam yang sudah diakui yang bukan seorang Ahli Bahasa Arab? Tentu jawabannya tidak ada. Oleh karena itu mari kita sama-sama mempelajari Tafsir daripada ayat diatas sebagai berikut:

Allah SWT berfirman dalam ayat diatas, mengajarkan adab kepada hamba-hambanya  yang beriman dan memerintahkan kepada mereka untuk berbuat baik kepada sesama dalam bermajlis (duduk berjama’ah)  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ} ”

”Wahai Orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian “ Luaskanlah tempat duduk “ di dalam Majlis-majlis ”.

Hal ini dikarenakan Balasan atau ganjaran adalah sesuai dengan amal perbuatan, seperti yang dijelaskan dalam hadits shohih:  مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة

 “Barang siapa yang membangun masjid, maka Allah akan membangun Rumah baginya disyurga”[1].

Dalam hadits yang lain:

وَمَنْ يَسَّر عَلَى مُعْسِر يَسَّر اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barang siapa yang memudahkan (urusan) orang yang kesulitan,Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan Akhirat, dan Barang siapa yang menutup (aib) seorang Muslim, Allah akan menutup (aibnya) didunia dan akhirat”[2]

Serta  وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيه

“Allah senantiasa menolong HambaNya selama hambaNYa mau menolong saudaranya”[3]. Dan banyak lagi hadits-hadits yang semisalnya , oleh karena ini Allah SWT berfirman :

{فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ} “luaskanlah(untuk orang lain), Maka Niscaya Allah SWT akan meluaskan Untuk kalian”.[4]

Asbabun Nuzul :

Dijeaskan dalam kitab-kitab tafsir bahwa ayat ini turun ketika Majlis Rosul SAW penuh dan para sahabat sangat ingin berada di dekat Beliau SAW. Berlomba-lomba berada ditempat terdekat dengan Nabi SAW. Sampai-sampai berdesakan dan ada yang tidak mendapatkan tempat. Kemudian turunlah Ayat ini.

 

Adapun berkaitan dengan Hadits yang mengatakan bahwa “tidak boleh seseorang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya,kemudian ia duduk ditempatnya”, apakah bertentangan dengan ayat ini atau tidak Insya Allah akan ditulis di postingan yang lain pada tempatnya.

Selanjutnya Allah SWT berfirman:

وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“ Dan apabila dikatakan kepada kalian “ Berdirilah! ” maka segeralah berdiri; Niscaya Allah akan menganngkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat, dan Allah maha teliti terhadap apa yang kalian kerjakan”.

Arti dari “ Dan apabila dikatakan kepada kalian “ Berdirilah!  Maka segeralah berdiri “ ada beberapa penafsiran :

  1. Jika dikatakan kepada kalian “ berdirilah! “ untuk orang yang masuk majlis, maka berdirilah.
  2. Jika dikatakan “ berdirilah dari sisi Rosulullah (bubarlah) dan jangan memperpanjang pembicaraan, maka segeralah berdiri dan jangan berdiam disitu. _ini adalah penjelasan dari Zajjaj (salah seorang ulama tafsir)
  3. Apabila dikatakan “ berdirilah untuk melaksanakan solat, jihad dan amal-amal baik lainya “ maka segeralah laksanakan dan jangan bermalas-malasan dan merasa berat. [5]

Kemudian setelah Allah melarang kepada kaum muslimin diayat-ayat sebelumnya beberapa hal dan memerintahkan beberapa hal di ayat ini Allah SWT menjanjikan kepada mereka sebagai balasan dari ketaatan padaNya dengan firmanNya :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

 

” Allah akan menganngkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat ”

Maksudnya:

  1. Allah SWT mengangkat derajat orang-orang beriman dan orang-orang yang berilmu khususnya beberapa derajat sebab melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya.
  2. Pengangkatan derajat yang dimaksud disini adalah ditinggikan derajat keimanan dan ridlo Allah

      Berkata Al-Qodli Fakhr Ar-Rozi :

                   ketahuilah, tidak diragukan lagi bahwasannya Ilmu dari seorang ‘Alim (orang yang berilmu) membuat derajat ketaatannya tersendiri yang berbeda dengan orang mukmin (selain ‘Alim). Oleh karena itu, seorang ‘Alim dicontoh dalam setiap perbuatannya sedangkan selain ‘Alim tidak boleh dicontoh, karena Dia(‘Alim) mengetahui bagaimana cara menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan dan yang syubuhat(samar-samar antara haram dan halalnya), tahu bagaimana evaluasi diri (muhasabatun nafs), tahu bagaimana cara khusu’ dan menghambakan diri dalam Ibadah yang tak diketahui selain ‘Alim,Tahu cara Taubat dan waktu-waktunya, dan menjaga dan selalu melaksanakan hak-hak yang tak diketahui selain ‘Alim. Dll.

Akan tetapi sebagaimana besarnya dan tingginya kedudukan seorang alim dalam hal pahala dan derajat apabila melakukan ketaatan, besar pula siksa baginya ketika berbuat dosa[6]

وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

dan Allah maha teliti terhadap apa yang kalian kerjakan “,

Wahai orang-orang yang beriman Perbuatan baik dan buruk kalian tak luput dari pengawasan Allah, Ia membalas kebaikan dengan kebaikan dan keburukan dengan keburukan. [7]

Demikianlah Tafsir singkat surat Al-Mujadilah ayat 11 yang di dalamnya terkandung peninggian derajat orang berilmu. Penulis ambil dari beberapa kitab tafsir. Semoga bermanfaat, apabila ada kesalahan mohon kesediaannya untuk mengingatkan. Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

 

Print Friendly, PDF & Email
Naiknya derajat karena ilmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI