Connor McGovern Jersey  Perjuangan Seorang Pemuda Penghafal Al-Qur’an

1.Niat dan Tekad yang Kuat

           Ketika seseorang mempunyai tujuan yang jelas dalam melakukan suatu pekerjaan. Tentunya akan lebih terukur hasilnya jika pekerjaan yang akan  dituju dengan kualitas niat dan tekad nya. Jika kedua nya sudah kuat maka kesungguhan pun akan tercipta. Sama hal nya dengan ku dalam menyusun sebuah tujuan menghafal al-qur’an, yang di lengkapi dengan niat dan tekad yang kuat. 

         Niatku yang lurus serta tekad ku yang kuat mulai tumbuh. Ketika itu banyak motivasi dari orang-orang penghafal al-qur’an. Pengaruh eksternal yang membuat niat serta tekad ku lurus dan kuat.  Signal kuat terhadap pribadi ku sendiri, yang sebelumnya mempunyai niat yang salah, dan tak bertekad kuat dalam menghafal. Ketika usia ku 16 tahun aktivitas menghafal di al-amien itu hanya sekedar ikut-ikut an saja, malah bisa di katakan hanya syarat pondok. usia 18 tahun niat dan tekad sudah kuat untuk menghafal al-qur’an, dengan motivasi “al-qur’an itu mulia dan yang menghafal nya akan mendapatkan kemuliaan“. Berangkat dari motivasi ini aku mulai menyusun misi untuk merealisasikan impian ku dalam menghafal al-qur’an. Usaha Yang Maksimal Setelah aku menguatkan dan membulatkan niat dan tekad. Langkah selanjutnya yang aku lakukan adalah action.

Berusaha semaksimal mungkin agar tujuan itu terealisasikan. Usaha yang aku lakukan ketika itu memperbaiki sikap dan kebiasaan di lingkungan masyarakat. Mulai dari bagaimana agar aku bisa terbiasa sholat tepat waktu, berperangai baik terhadap semua orang yang di jumpai, hingga membiasakan nyaman duduk berlama-lama bersama al-qur’an.

Tinggal membiasakan kebiasaan baik itu di kampung halaman. Aku rasa membiasakan kebiasaan baik di pondok itu suatu hal yang biasa. Karena pondok merupakan lingkungan yang homogen (ritual, aturan, tujuan yang sama).

3. Masuk Lembaga Tahfidz

       Aku mencari lembaga yang bisa mendukung proses menggapai tujuan yang telah aku target kan. Saat itu aku baru lulus SMA dan kakak ku memberikan saran agar aku melanjutkan hafalan ku di lembaga . Alhamdulillah aku mendapatkan jatah menjadi santri di sana untuk menyelesaikan hafalan ku. Menikmati Proses Proses yang aku lalui terjal dan menantang mental. Namun proses itu jangan membuat anda para pembaca menyerah begitu saja. Memang menghafal al-qur’an itu tak semudah membalik kan tangan, tapi insya alloh setelah kita mulai, itu semua nikmat dan ringan yang telah aku sendiri rasakan.

4.Konsistensi Bertilawah

           Aku membiasakan bertilawah al-qur’an dalam waktu yang lama. Dan proses ini yang telah aku lakukan dan rasakan. Membuat kita betah berlama-lama bersama al-qur’an, dan kualitas bacaan kita pun meningkat baik dari segi makhraj juga tajwidnya. Talaqqi Bersama Syaikh mencari lembaga yang bisa mendukung proses menggapai tujuan yang telah aku targetkan. Menikmati Proses yang aku lalui terjal dan menantang mental. Namun proses itu jangan membuat anda para pembaca menyerah begitu saja. Memang menghafal al-qur’an itu tak semudah membalik kan tangan, tapi insya alloh setelah kita mulai, itu semua nikmat dan ringan yang telah aku sendiri rasakan.

Print Friendly, PDF & Email
Perjuangan Seorang Pemuda Penghafal Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI