Gambar terkait

Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Segala puji serta rasa syukur kita harus selalu panjatkan atas kehadirat Allah Sang Kholiq. Yang dimana Allah lah yang telah memberikan kita begitu banyak limpahan rahmat dan karunia serta rasa syukur sehingga dengan adanya itu semua kita bisa merasakan betapa nikmat hidup didunia Allah ini dengan penuh rasa syukur dan bersangka baik kepada Allah.

Dan tidak lupa pula kita kirimkan shalawat beserta salam kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang patut dan yang harus kita jadikan teladan kalau kita ingin sukses..

Untuk mu duhai sahabat pecinta Al-Qur’an…

Sebagai saudara seperjuangan atau saudara seiman saya berkewajiban untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran…

Mengenai judul yang saya pilih yaitu pola pikir orang sukses ini tentunya karena sangat berkaitan dengan kita bagi para pecinta terlebih lagi bagi para penghafal al-Qur’an, yang dimana seringkali kita di dalam proses  menghafal Al-Qur’an ada saja ujian dan gangguan yang datang silih berganti yang membuat kita jatuh ke lembah keputusasaan. Oke, langsung saja masuk ke pembahasan tentang siapa dan bagaimana pola pikir orang sukses itu.

Berikut ini beberapa pola pikir orang sukses:

  1. Berpikir Bahwa Doa Kepada Allah Adalah Nomor Satu.

Yang tentunya bagi orang beriman meyakini bahwasanya doa adalah nomor satu dan akan menjadikan doa sebagai  kebutuhan pokok dan salah satu pegangan bahwasanya tanpa doa kepada sang khaliq kita bukan apa –apa dan tidak bisa berbuat apa –apa, kenapa? Karena doa bukti kedekatan kita kepada Allah. Sebagaimana firmannya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Alhasil kalau kita dekat kepada Allah pastinya semua hajat kita dan kebutuhan kita akan terjawab dan di kabulkan oleh Allah, terutama bagi para penghafal al-Qur’an untuk dimudahkan menghafal al-Qur’an dan dikuatkan hafalan al-Qur’an-Nya.

2. Memiliki Tekad atau ‘Azam yang Kokoh.

     Bertekad yang kuat harus yakin dan percaya kepada diri sendiri, bahwa kita bisa maju untuk menuntaskan apa yang kita cita-citakan dan apa yang kita rencanakan. Dengan tekad yang sudah kokoh ini kita tidak akan tumbang dengan mudah ketika ujian dan rintangan yang menghantam dinding tekad kita. Contohnya bagi para penghafal Al Qur’an dengan ‘azam atau tekad yang bulat yang ingin menyelesaikan hafalannya 30 juz. Ketika ada masalah ujian yang bisa merubah tujuannya itu, insyaAllah akan tertepis dengan mudah.

3. Memiliki Kesabaran Dan Cerdas Dalam Bersabar.

     Sering kita selalu bersabar tapi kita tidak pandai dalam menghibur diri untuk bersabar, sehingga kesabaran itu tidak bertahan lama. Saran dari saya untuk sama sama kita coba lakukan adalah ketika kita bersabar dalam menghadapi sesuatu cobaan atau ujian kita harus cerdas dalam menghibur diri. Contohnya bagi  para penghafal Al Qur’an ketika kita melihat teman kita dengan mudah dan cepat dalam menghafal Al Qur’an tiba-tiba hati kita merasa dengki. Cobalah hibur diri kita contohnya dengan berkata kepada diri kita sendiri dia menghafal dengan cepat karena mungkin ujiannya tidak seberat ujian yang diberikan Allah kepada saya. Dan tentunya kita jadikan lambatnya atau sulitnya hafalan Al Qur’an kita itu sebagai  kenikmatan tersendiri, agar kita tidak mudah untuk patah semangat. Dan kita harus tanamkan  ke hati kita dalam-dalam karena saya lambat dalam menghafal Al Qur’an, saya harus bertekad  agar lebih menjaga hafalan Al Qur’an yang sangat sulit saya hafalkan.

4. Berpola Pikir Terbalik.

     Berpola pikir terbalik maksudnya adalah semua prasangka buruk dalam hati kita kita balik menjadi baik.

Misalnya ketika hafalan Al-Qur’an kita macet atau sulit masuk, kadangkala kita berprasangka buruk kepada Allah. Dan yang parah kita samapai-sampai bilang kayak gini contohnya:

Kenapa Allah memberikan otak yang tidak mudah menghafal al-Qur’an?

Kata-kata diatas gak boleh dibiarin berada di dalam benak kita sahabat. Nah, maka kita ubah kata-kata tersebut menjadi:

“ohh.. mungkin Allah lagi ngetes kita, bisa tidak kita bersabar dengan kesulitan dalam menghafal al-Qur’an”.

Atau ketika kita ngantuk dalam menghafal Al-Qur’an, kadang kita berpikir:

“kenapa mata kita ini selalu ngantuk pada saat menghafal Al Qur’an,

coba kita balik menjadi:

“ohh.. mungkin Allah lagi melihat kekuatan kita, bagaimana kuatnya kita melawan kantuk dalam berjuang  menghafal Al Qur’an”.

Sehingga dengan itu hati kita lebih tenang dalam menghafal Al-Qur’an.

Itulah tentang pola pikir orang yang sukses. Mudah mudahan dengan membaca artikel ini bisa mengubah pola pikir kita agar lebih baik lagi dan bisa menambah semangat kita untuk menghafal Al-Qur’an, Aamiin.

sekian, wassalamu’alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

 

Print Friendly, PDF & Email
Pola Pikir Orang Sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI