Assalammu’alaikum sahabat Qur’an…

Setiap manusia tentu lah menginginkan kehidupan yang diselimuti dengan kenikmatan di setiap saatnya. Di setiap detik kehidupannya selalu diwarnai dengan kegembiraan dan kebahagian. Tapi, tau gak sih? Ternyata ada yang dapat mengalahkan segala nikmat yang bersifat keduniawian. Yaitu dengan menjadi seorang penghafal Al-Qur’an.

Diantara nikmatnya ialah dengan diistimewakannya para penghafal Qur’an di dunia, dan di akherat mereka menuai amat banyak kebaikan dari Allah SWT.

Namun, pada kesempatan kali kami akan memberikan tentang prinsip-prinsip dalam menghafal Al-Qur’an. Perlukah? Tentu saja sangat diperlukan. Karena dengan kita mengetahui prinsip-prinsip dalam menghafal Al-Qur’an ini, dapat memudahkan dan memotivasi kita dalam menghafal Al-Qur’an.

Sering kali kita bertanya-tanya kepada diri kita sendiri tentang berapa lama kah kita mampu mengkhatam kan Al-Qu’ran, terutama bagi para santri yang sedang menjalani proses percepatan dalam menghafal atau Daurah karantina menghafal Al-Qur’an. Tapi, tau gak sih sabahat Qur’an? Ini sebenarnya merupakan salah satu was-was syaitan yang menakut-nakuti kita dengan siasatnya yang buruk lagi tercela.

‘Cepat Hafal’ itu datangnya dari Allah, ‘Ingin Cepat Hafal’ (bisa jadi) datangnya dari SYETAN.

Mengkhatamkan Al-Qur’an sendiri memiliki senggang waktu yang panjang, yaitu “Seumur Hidup”. Kenapa demikian? Karena setiap manusia pasti ingin mencapai target tertinggi dalam kehidupan di atas bumi Allah ini. Apakah itu? Yakni “Khusnul Khotimah”. Nah, menghafal Al-Qur’an ini menjadi salah satu sarana untuk mencapai tujuan yang mulia tersebut.

Adapun, pencapaian yang akan dicapai bila kita mendapatkan khusnul khatimah ialah “Dekat dengan Allah”. Adakah yang lebih nikmat daripada ini?

Kembali ke laptop.

Berikut ini adalah Catatan dari Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al Quran bersama Ustadz Bachtiar Nashir dan Ustadz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah; 7/6/’15) – bersama Ustadzuna Alfan Syulukh, S.Psi., Al Hafidz

Dan ini lah beberapa prinsip dalam menghafal Al-Qur’an:

 

  1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL

Setiap manusia diberikan kemampuan yang berbeda-beda oleh Allah SWT. Terutama dalam menghafal Al-Qur’an. Ada yang Allah berikan kemampuan dapat menghafal dengan cepat dan ada pula yang Allah berikan nikmat menghafal yang kurang cepat. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Ini menjadi wasilah bagi kita. Bahwa, menghafal Qur’an itu targetnya bukanlah “akhir ayat”, tapi begaimanakah kita dapat menghabiskan waktu kita bersama Al-Qur’an.

 

  1. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA

Kalau kita sudah menetapkan durasi, misalnya 1 jam adalah “waktu khusus” untuk menghafal. Maka, berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar-benar kita hafal. Nikmati saja saat-saat ini. Saat-saat dimana kita bercengkrama dengan Allah.

Kalau untuk urusan duniawi kita mampu berlama-lama kenapa harus terburu-buru ketika menghafal Al-Qur’an dan bercengkrama dengan Allah?

 

  1. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN.

Sering kali kita dengar bahwa menghafal yang tepat itu harus dengan kondisi selalu bersabar. Tapi, sebenarnya bukan itu. Keadaan yang paling tepat untuk menghafal Al-Qur’an adalah ketika hati dapat Bersyukur. Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan?? Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayatayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam).

مَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لِتَشۡقَىٰٓ

“Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah” (Q.S Thaha(20):2)

 

  1. SENANG DIRINDUKAN AYAT

Ayat-ayat yang sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyangkut di otak kita,sebenarnya ayat itu lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehehe…

Coba dibaca arti dan tafsirnya. Bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru-buru suntuk dan sumpek ketika gak hafal-hafal. Maka, senanglah jadi orang yang dirindukan ayat-ayat Al-Qur’an.

 

  1. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP

Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pakai sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi malah bikin muntah karena terlalu banyak. Nah, menghafal pun demikian. Jika “ ’amma yatasaa aluun” terlalu panjang, maka cukuplah “ ‘amma.. ” diulang-ulang. Jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan anda ‘mengunyah’.

 

  1. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN

“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yang ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

 

  1. MENGUTAMAKAN DURASI

Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada ‘durasi’ bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal. Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita pada Allah. Syukur-sukur bisa lebih dari 1 jam. 1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari sob…

5 persen untuk Qur’an, masa sih gak bisa?

 

  1. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID

Carilah guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).Jadi, jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an (belajar sendiri). Dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an. Seperti membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.

Itulah beberapa prinsip dalam menghafal Al-Qur’an yang dapat kami terangkan dalam kesempatan kali ini, semoga bermanfaat. Niat kami hanya ingin berbagi. Mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal. Kami yakin ada yg tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yg wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan. Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama-lama berkutat dalam mencari-cari  metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yg marketable. Karena belum tentu metode yang orang lain pakai dapat digunakan dan manjur untuk kita, Percayalah..

Dan yakini dalam hati bahwa “Peneladanan pada sunnah Nabi bukan penerapan pada suatu metode”

Satu lagi, jika ada yang menakut-nakuti kita dengan berkata, “jangan ngafal.. awas lho, kalo lupa dosa besar”. Maka katakanlah padanya, “Yang dosa itu “Melupakan”, bukan ‘lupa’. Imam besar di Masjidil Haram saja pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar?

 

Oke ya… Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an, Aamiin.

Selamat menghafal…

Print Friendly, PDF & Email
Prinsip-prinsip Dalam Menghafal Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI