Ayah bunda…

Saat jemariku menulis kembali nasihat-nasihat indahmu

Mataku tak mampu membendung sesal itu

Lidahku kelu tak mampu merespon apapun

Ragaku beku

Jiwaku rapuh dimakan waktu

Hanya hati yang masih tetap kuat

Berdiri untuk menopang kebodohaku dulu

 

Ayah Bunda…

Saat nasihat-nasihat indah yang kau sampaikan dulu

Hanya kujadikan angin lalu

Aku menyesal dengan pilihanku dulu

Sekarang aku percaya Ayah

Sekarang aku percaya Bunda

 

Semua doa dan air mata itu benar-benar nyata

Saat dimana tulisan-tulisan di dinding kamarku

Menjadi saksi kesungguhanku

Allah mewujudkanya dan mengabulkannya sekarang

 

Jika hanya lantai tempatku bersujud

Tangan untuk memohon

Hingga istiqomah dalam kebaikan

Semangat yang berkobar-kobar

Dan tinta diatas kertas yang menjadi saksi

Keyaqinanku untuk membahagiakanmu

Ayah Bunda…

Pintamu satu

Namun apakah aku mampu

mengabulkan permintaanmu

 

Jika materi aku tak mampu

Setidaknya ada satu yang aku mampu

Memberikanmu kemuliaan dan senyum

Serta airmata bahagia

Ayah Bunda…

Aku ingin seperti apa yang kalian mau

Menjadi cahaya diantara gelapnya hati tanpa Al Quran

Memberimu syafa’at di hari kiamat

Memberimu penghargaan yang paling berharga

 

Ayah Bunda…

Bila saat sekarang menghafal setiap huruf

Dan ayat begitu berat dan sulit

Tapi aku percaya dan berjanji pada diriku sendiri

Aku akan melantunkan ayat-ayat cinta Allah itu

Di hadapan kalian

 

Ayah Bunda..

Aku mohon ridhomu

Aku minta do’amu

Aku minta segala keikhlasan dalam hatimu

 

Ayah Bunda…

Saat siang berganti petang

Aku takut Allah memanggilku lebih dulu

Saat aku belum bisa meletakan dirimu di singgasana terindah

 

Ayah Bunda…

Aku berharap ayat-ayat itu menggema nyaring diangkasa

Menjadi saksi bahwa aku mampu

Menjadi putri kebangganmu

 

Seakan gambar tak mampu melukiskan

Tulisan tak mampu menjabarkan

Cerita tak mampu menyampaikan

Bagaimana cara aku berjuang untuk kalian

 

Ayah Bunda…

Aku ingin keluarga kita

Keluarga yang selalu bersama Al Quran

Selalu rindu saat jauh dengan Al Quran

Dan semoga Allah mengabulkan itu

 

Print Friendly, PDF & Email
Puisiku Untukmu Ayah dan Bunda

Satu gagasan untuk “Puisiku Untukmu Ayah dan Bunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WHATSAPP KAMI DISINI